- Struktur organisasi PBNU periode 2026-2031 dijadwalkan diumumkan di Jakarta pada Rabu, 30 September 2026 malam.
- Beredar dokumen bocoran yang mencantumkan KH Kikin A. Hakim sebagai ketua umum dan Saifullah Yusuf sebagai wakil ketua umum.
- Saifullah Yusuf menyatakan kesiapan menduduki posisi apa pun untuk membantu pengurus tanpa pernah berebut jabatan.
Suara.com - Struktur organisasi PBNU periode 2026-2031 akan diumumkan Rabu (30/9/2026) malam ini. Namun jelang pengumuman itu beredar dokumen yang disebut sebagai susunan struktur organisasi, di mana salah satu nama yang bocor Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebagai wakil ketua umum.
Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul enggan mengonfirmasi kabar itu. Ia hanya menyebutkan kalau dirinya siap ditempatkan di posisi mana pun.
"Kalau saya di mana saja siap," ucap Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (30/9/2026).
Gus Ipul menuturkan kalau dirinya sudah 40 tahun berkiprah dalam organisasi PBNU dengan berbagai jabatan yang pernah dijabat.
"Saya udah 40 tahun di PBNU, mulai dari di lembaga, sampai di badan otonom, saya dua periode menjadi salah satu ketua PBNU, terus ke Sekjen. Jadi kalau diberi kesempatan lagi ya tentu kami akan berusaha sekuat tenaga membantu kepengurusan sejauh ini," tuturnya.
Sehingga, mantan Sekjen PBNU itu juga menegaskan kalau dirinya tidak pernah berebut jabatan dengan pihak mana pun.
"Kami tentu tidak berebut jabatan, ya kami ingin membantu Rais Aam dan ketua umum dalam lima tahun ke depan," pungkasnya.
Sebelumnya, dalam dokumen tersebut, posisi Ketua Umum ditempati KH Kikin A. Hakim.
Sementara Gus Ipul berada di bawahnya sebagai Wakil Ketua Umum bersama Muhammad Faiz Syukron, Ganefri, Muhammad Lukman Edy, Abdul Ghoffar Rozin, dan Irfan Asy'ari Sudirman Wahid.
Untuk jajaran Syuriyah, KH Miftachul Akhyar tercantum sebagai Rais Aam. Posisi Wakil Rais Aam diisi KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Affifuddin Muhajir, KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj, dan KH Bahauddin Nur Salim.
Adapun posisi Katib Aam tercantum atas nama Prof. Dr. Ir. KH Mohammad Nuh, DEA.
Sementara jajaran Katib diisi sejumlah nama, di antaranya KH Sarmidi Husna, Dr. H. Juri Ardiantoro, Prof. Dr. H. Kamaruddin Amin, KH Taj Yasin Maimoen, KH Hilmy Muhammad, KH Subhan Makmun, hingga KH Muhammad Yusron Sidqi.