Khofifah: Batik Jatim Bukan Sekadar Warisan Budaya, tapi Penggerak Ekonomi

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:04 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melihat batik karya perajin di wilayah setempat. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim)
BACA 10 DETIK
  • Batik Jawa Timur dinilai tak hanya penting sebagai warisan budaya, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat, terutama perajin dan pelaku usaha kreatif.
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pengembangan batik melalui kreativitas, digitalisasi, pariwisata, dan perluasan pasar.
  • Ia juga mengajak generasi muda serta berbagai pihak terlibat dalam menjaga keberlanjutan batik sekaligus memperkuat kesejahteraan para perajinnya.

Suara.com - Batik tak hanya menjadi warisan budaya yang perlu dilestarikan, tetapi juga memiliki potensi untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya para perajin dan pelaku usaha kreatif di daerah.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong agar kekayaan batik di Jawa Timur terus dikembangkan melalui perpaduan tradisi, kreativitas, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Hal tersebut disampaikan Khofifah dalam peringatan Hari Batik Nasional 2026 yang mengusung tajuk “Batik Berlayar” di Dermaga Kapal Taman Prestasi Surabaya, Jumat (2/10/2026).

Menurut Khofifah, batik Jawa Timur memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Hal itu didukung kekayaan motif, warna, serta filosofi batik yang berkembang di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Semangat Batik Berlayar adalah semangat membawa kekayaan budaya kita menjangkau lebih banyak orang. Kita ingin batik Jawa Timur semakin dikenal, semakin dicintai, dan semakin luas pasarnya, sehingga para perajin juga merasakan manfaatnya,” ujar Khofifah, dikutip dari ANTARA.

Ia mengatakan batik tidak hanya dapat dilihat sebagai produk sandang. Di balik setiap lembar kain batik terdapat cerita, filosofi, keterampilan, serta pengetahuan yang diwariskan lintas generasi.

“Batik memiliki cerita yang bisa kita hadirkan melalui banyak cara. Ketika batik bertemu dengan seni, kreativitas, dan pariwisata, masyarakat dapat menikmati keindahannya sekaligus mengenal proses pembuatan, filosofi, serta orang-orang yang menjaga tradisinya,” katanya.

Perajin Jadi Bagian Penting Ekosistem Batik

Menurut Khofifah, pengembangan batik juga perlu diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan para perajin. Sebab, keberadaan batik sebagai produk budaya tidak terlepas dari masyarakat yang menjaga keterampilan tersebut tetap hidup.

“Di balik selembar batik ada keterampilan, ketelatenan, dan penghidupan keluarga. Karena itu, kebanggaan memakai batik perlu kita wujudkan dengan menghargai karya perajin, membeli produknya, dan membantu memperkenalkannya kepada lebih banyak orang,” tuturnya.

Karena itu, pelestarian batik perlu berjalan beriringan dengan penguatan ekosistem usaha. Beberapa hal yang dinilai penting antara lain peningkatan kualitas produk, pengembangan desain, pemanfaatan teknologi digital, penguatan merek, hingga perluasan pasar.

Khofifah juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam keberlanjutan batik. Mereka dapat mengambil peran melalui pembelajaran membatik, pengembangan desain, dokumentasi cerita para perajin, hingga promosi melalui platform digital.

Selain itu, sentra batik di berbagai daerah dinilai dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi. Pengunjung tidak hanya melihat dan membeli produk, tetapi juga dapat mengenal motif khas daerah serta menyaksikan atau mencoba langsung proses pembuatannya.

“Ketika orang datang ke sentra batik, melihat prosesnya, belajar membatik, dan kemudian membeli produknya, maka yang tumbuh bukan hanya apresiasi terhadap budaya, tetapi juga ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Khofifah pun mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan batik Jawa Timur. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah, perajin, desainer, dunia pendidikan, pelaku pariwisata, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat.

Dengan penguatan dari sisi budaya sekaligus ekonomi, batik diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan dari generasi sebelumnya, tetapi terus berkembang mengikuti kreativitas dan kebutuhan masyarakat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com