Pesan Anggota DPR ke Jenderal Suyudi: Hapus No Viral No Justice, Stop Represif ke Rakyat Kecil

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 11:59 WIB
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto. (Suara.com/Novian)
BACA 10 DETIK
  • Benny K Harman mengucapkan selamat kepada Kapolri baru Jenderal Suyudi Ario Seto pada Jumat 2 Oktober 2026.
  • Benny meminta Kapolri baru mengembalikan marwah Polri sebagai pelayan masyarakat yang independen serta menghapus budaya no viral no justice.
  • Ia mendesak penghentian pendekatan represif kepada masyarakat kecil transparansi anggaran ratusan triliun dan penindakan tegas terhadap aktor intelektual kejahatan.

Ia juga mengingatkan perlunya keberpihakan tegas kepada korban serta keberanian memutus rantai keterlibatan oknum dalam bisnis ilegal.

“Dan Polisi harus bisa membuktikan mampu berhenti menjadi backing illegal mining! Masyarakat sudah gerah,” tegas Benny.

Di samping itu, Benny mendorong perlindungan nyata terhadap perempuan dan anak dari ancaman KDRT hingga pelecehan seksual.

“Harus ada layanan korban yang cepat, dan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) yang benar-benar jalan, bukan sekadar formalitas,” ujarnya.

Mengenai tata kelola internal dan transparansi anggaran bernilai ratusan triliun rupiah, Benny meminta praktik percaloan dan jual beli jabatan dibabat habis.

“Polri lembaga dengan anggaran Rp 120 T lebih. Publik berhak tahu, bagaimana lelang jabatan di Polri yang transparan. Kita minta Kapolri baru untuk hapus jual beli jabatan Kapolres/Kapolda, dan pastikan rekrutmen Bintara bersih dari calo,” sebut Benny.

Ia berharap Kapolri baru berani menetapkan indikator kinerja yang jelas demi memulihkan kepercayaan publik.

“Sebagai wakil rakyat kami tidak butuh Kapolri yang dicintai kekuasaan, kami butuh Kapolri yang ditakuti penjahat dan dicintai rakyat. Kapolri yang membuat rakyat ketika melihat polisi, merasa aman, bukan merasa takut. Itu harapan kami,” tuturnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com