RT 11 Gandaria Utara Buka Program RT Inggris, Warga Dilatih Speaking hingga Selling-Buying

Minggu, 04 Oktober 2026 | 08:18 WIB
Ketua RT 11/RW 7 Gandaria Utara, Imam Bashori dan Azwan bersama anak anak yang sedang belajar Bahasa Inggris. (Suara.com/Agustin Dwi Anggraini)
BACA 10 DETIK
  • RT 11/RW 7 Gandaria Utara meluncurkan program RT Inggris gratis pada September 2026 untuk warga.
  • Ketua RT Imam Bashori menyatakan program ini bertujuan mendukung Jakarta menuju kota global dan meningkatkan SDM.
  • Pengajaran mencakup percakapan praktis bagi berbagai usia, dari anak-anak hingga lansia, menggunakan metode interaktif.

Menurut Imam, gagasan RT Inggris dibuat karena dirinya ingin meningkatkan kemampuan sumber daya manusia warga sekaligus mendukung Jakarta menuju kota global.

"Sekarang giliran saya, masyarakat saya harus bikin smart juga. Ini untuk mendukung programnya pemerintahan Jakarta, menuju Jakarta Kota Global," ujar Imam.

Program ini diikuti berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.

"Dari kelas 1 anak-anak itu sampai remaja, bahkan sampai lansia," katanya.

Imam mengatakan pembelajaran tersebut turut membantu meningkatkan kepercayaan diri warga dalam menggunakan bahasa Inggris.

"Untuk diri sendiri SDM-nya ya, masyarakat kita pede, contoh anak kecil lah ya, yang awalnya tadi melihat Bahasa Inggris itu sesuatu yang horror, angker. Setelah ikut sama kita fun, mereka pede," lanjut Imam.

Sementara itu, Guru Pengajar Bahasa Inggris di RT 11/RW 7 Gandaria Utara, Azwan Nurkholis, mengatakan materi pembelajaran lebih diarahkan pada kemampuan percakapan.

"Dipelajari tuh lebih condong ke conversation, apalagi untuk anak-anak itu lebih condong kita menggunakan metode join fun learning, di mana anak-anak itu belajar sambil bermain," kata Azwan.

Khusus anak-anak, pengajar menggunakan metode belajar sambil bermain agar suasana tidak terlalu formal,sedangkan lansia diarahkan pada pembelajaran yang lebih spesifik sesuai kebutuhan.

"Agar anak-anak tuh tidak terlalu bosan, misalkan di sekolah di kelas formal banget ya, tapi kalau di sini kita lebih ke suasana friendship, kekeluargaan, jadi mereka tuh keinginan dan tekad yang kuat untuk belajar bahasa Inggris. Kalau lansia lebih condong ke special purposes," tuturnya.

Azwan menambahkan, peserta anak-anak yang serius mengembangkan kemampuan bahasa Inggris nantinya juga dapat diarahkan mengikuti perlombaan dengan pendampingan dari pengajar.

"Iya nantinya kalau kita seriusin, jadi anak-anak ini yang bisa diadakan lomba, bisa ikut lomba itu memang nanti kita ada pendampingan juga," pungkasnya. (Reporter: Agustin Dwi Anggraini)

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com