Viral Diduga Guru Berjilbab Pamer Celana Dalam Merah Putih Ejek Timnas Indonesia

Selasa, 06 Oktober 2026 | 13:19 WIB
Aksi viral perempuan berjilbab memamerkan celana dalam merah putih memicu amarah warganet usai Malaysia gagal lolos. (TikTok Radar Cianjur)
BACA 10 DETIK
  • Aksi perempuan berjilbab memamerkan gambar celana dalam merah putih menuai kecaman hebat di medsos.

  • Ejekan tersebut dipicu kegagalan Malaysia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

  • Indonesia berhak lolos ke final usai unggul produktivitas gol atas Malaysia di fase grup.

Suara.com - Aksi provokatif seorang perempuan berjilbab yang memamerkan gambar celana dalam bermotif merah putih memicu kemarahan publik di media sosial. Penghinaan simbolis ini mencuat persis setelah Malaysia dipastikan tersingkir dari perebutan tiket final FIFA ASEAN Cup 2026.

Perempuan yang disebut-sebut berprofesi sebagai guru asal Malaysia tersebut sengaja memanfaatkan momen kekecewaan pendukung Harimau Malaya. Ia menyandingkan foto pakaian dalam itu dengan kalimat sindiran mendalam yang secara langsung menargetkan pendukung Timnas Indonesia.

Unggahan yang beredar luas dan diunggah Akun Tiktok Radar Cianjur, Selasa (6/10/2026) itu menyertakan narasi bernada merendahkan yang sangat eksplisit. Kalimat bernada ejekan disematkan tepat di atas gambar pakaian dalam kombinasi dua warna tersebut.

“Mari kita trendingkan Indonesia Koyalk wkwkwkwkwkwk,” begitu tulis ungghan threds, @nurulsakila_hajan.

Sementara unggahan gambar celana dalam itu "benda mudah koyak" tertulis pada gambar celana dalam yang menggunakan kombinasi warna merah mepet putih.

Tindakan itu dinilai warganet bukan sekadar sindiran sepak bola biasa, melainkan pelecehan terhadap warna identik bendera Indonesia. Sontak, gelombang kecaman mengalir deras mengecam aksi tak terpuji oknum pengajar tersebut.

Sebelumnya, kekecewaan pendukung Malaysia memuncak saat tim kesayangan mereka gagal melaju meski menang telak 6-0 atas Singapura. Hasil akhir di Grup A menempatkan Harimau Malaya hanya mampu mengumpulkan total tujuh poin.

Pada waktu bersamaan, Timnas Indonesia sukses menggilas Bangladesh dengan skor mencolok 9-2. Kemenangan besar ini membuat poin dan selisih gol kedua tim bertetangga menjadi persis seimbang.

Timnas Indonesia akhirnya berhak menduduki posisi puncak klasemen berkat keunggulan produktivitas gol. Skuad Garuda mengemas total 11 gol, sedangkan Malaysia harus puas dengan raihan sembilan gol.

Sebagian warganet Malaysia meluapkan amarah dengan mempertanyakan keputusan masa perpanjangan waktu pada laga Indonesia. Mereka menilai durasi tambahan waktu tersebut menguntungkan Garuda hingga mampu mencetak dua gol krusial.

Rasa frustrasi akibat kegagalan melenggang ke partai puncak kemudian berubah menjadi aksi saling serang di dunia maya. Berbagai konten provokatif dan berbau rasis gencar diunggah untuk menyerang kelompok suporter Indonesia.

Konflik digital ini menjadi catatan kelam dari persaingan olahraga yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas. Batas-batas etika sering kali dilanggar ketika kemarahan atas hasil pertandingan tidak tersalurkan dengan bijak.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com