Jadi Tumpuan Pangan di Ujung Timur, KSPEAN Wanam Merauke Bersiap Panen Perdana

Senin, 12 Oktober 2026 | 15:05 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo. (Antara)
BACA 10 DETIK
  • Kementerian PU mempercepat infrastruktur air di KSPEAN Wanam, Merauke, untuk mendukung panen raya pada November 2026.
  • Petugas menemukan tujuh titik potensi air tanah melalui survei geolistrik guna memperkuat pasokan irigasi pertanian.
  • Pembangunan jaringan saluran tata air telah mencapai 133 kilometer dari total target 180 kilometer.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penyediaan infrastruktur air guna mendukung Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam di Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Langkah ini dilakukan menyusul persiapan masa panen raya padi yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang.

Berdasarkan hasil survei geolistrik pada Jumat (9/10/2026), ditemukan 7 titik potensi air tanah berkedalaman akuifer 60–70 meter yang siap dikembangkan menjadi sumur dalam.

Tiap titik memiliki potensi debit air berkisar 1–2 liter per detik untuk memperkuat pasokan air tawar bagi jaringan irigasi setempat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kepastian pasokan air tawar menjadi tanggung jawab kunci kementeriannya agar aktivitas pertanian rawa di Wanam tetap produktif dalam berbagai dinamika cuaca.

“Ini sebenarnya pertanian rawa. Basisnya adalah air tawar dari rawa. Tapi kita juga harus memastikan bahwa air itu tawar dan wajib tersedia dalam kondisi apa pun. Karena itu, kita melakukan pengeboran air tanah untuk memastikan pasokan air tawar yang cukup,” ujar Menteri Dody saat meninjau kawasan KSPEAN Wanam sebagaimana dilansir Antara, Jumat (12/10/2026).

Ketersediaan pasokan air alternatif tersebut menopang penanaman padi yang telah dimulai di kawasan percontohan (demplot) KM 21.

Hingga 1 Oktober 2026, lahan yang telah tertanam mencapai seluas 40 hektare untuk tahap pertama dan ditargetkan panen pada awal hingga pertengahan November 2026.

“Yang sudah tertanam hari ini baru 40 hektare. Selanjutnya akan ditanam secara bertahap oleh Kementerian Pertanian. Tugas kita adalah menyiapkan airnya, memastikan kebutuhan air untuk kawasan pertanian ini tersedia,” kata Menteri Dody.

Selain pengeboran air tanah, Kementerian PU mencatat progres pembangunan jaringan saluran tata air telah mencapai 133 kilometer dari target keseluruhan 180 kilometer per 1 Oktober 2026.

Infrastruktur terpadu ini mencakup jaringan irigasi rawa sekaligus kanal pengendali banjir.

Pengembangan KSPEAN Wanam merupakan realisasi dari strategi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan sentra swasembada pangan di luar Pulau Jawa.

Langkah ekspansi lumbung pangan ke wilayah timur Indonesia ini diarahkan untuk memperkokoh ketahanan pangan nasional di tengah risiko krisis global serta perbedaan tantangan iklim antardaerah.

“Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan,” tuturnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com