Gibran Respons Rapor Merah CELIOS: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:19 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka usai menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/kye]
BACA 10 DETIK
  • CELIOS merilis laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dengan memberikan penilaian rendah pada 13 Oktober 2026.
  • Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menilai kritikan tersebut sebagai bahan evaluasi penting untuk memperbaiki kinerja pemerintah.
  • Laporan juga mencatat mayoritas ahli merasa khawatir terhadap arah kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah saat ini.

Suara.com - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons hasil evaluasi CELIOS terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang memberikan penilaian rendah terhadap kinerjanya.

Gibran menyebut kritik dari masyarakat dan lembaga independen sebagai bahan evaluasi bagi pemerintah.

"Bagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri," kata Gibran dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Gibran menegaskan, kritik terhadap pemerintah harus dijawab melalui perbaikan kinerja dan kebijakan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

"Baik melalui evaluasi serta perbaikan kebijakan dan cara kerja untuk memastikan kehadiran pemerintah semakin dirasakan masyarakat dan menjawab permasalahan masyarakat di lapangan," katanya.

Sebelumnya, CELIOS bersama Kabinet Bayangan merilis laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Dalam penilaian para ahli menggunakan skala 1–10, kinerja Prabowo memperoleh nilai 2,8, sedangkan Gibran mendapat nilai 2,2.

Penilaian dari masyarakat umum menunjukkan hasil berbeda. Prabowo memperoleh nilai 4,6, sementara Gibran mendapat nilai 4,9.

Laporan tersebut juga mencatat kekhawatiran terhadap arah kebijakan pemerintah. Sebanyak 92 persen ahli menyatakan khawatir, dengan 80 persen di antaranya mengaku sangat khawatir.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com