-
Petugas SPBU perempuan di Bali ngamuk ke Gubernur Koster karena kelelahan kerja 24 jam.
-
Kelangkaan BBM yang merata di Bali memaksa petugas SPBU bekerja nonstop melayani antrean.
-
Unggahan video viral memperlihatkan luapan emosi pekerja SPBU langsung di depan pejabat daerah.
Suara.com - Layanan pengisian bahan bakar di Bali lumpuh total hingga memaksa para pekerja SPBU bertugas nonstop selama 24 jam penuh tanpa henti. Tekanan fisik dan mental tersebut memicu aksi protes keras seorang petugas perempuan langsung di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster.
Insiden emosional ini menyingkap tabir penderitaan para pekerja garda terdepan yang selama ini luput dari perhatian publik saat krisis melanda. Mereka tidak hanya menghadapi kelangkaan pasokan, tetapi juga harus menahan amarah ribuan warga yang mengantre setiap hari.
Aksi berani pekerja SPBU ini menjadi simbol frustrasi massal akibat kegagalan tata kelola distribusi energi di Pulau Dewata. Gubernur Koster yang datang meninjau lokasi justru disambut teriakan histeris dari staf yang kelelahan.
Rekaman amatir yang diunggah akun Instagram @balinewsid memperlihatkan detik-detik mencekam saat pekerja perempuan itu memprotes kebijakan penanganan krisis. Dengan nada tinggi, ia menunjuk ke arah Gubernur Koster di tengah kerumunan massa yang memadati area SPBU.
Petugas tersebut tak lagi mampu membendung rasa lelah setelah berhari-hari melayani antrean kendaraan yang melular tanpa putus. Kedatangan rombongan pejabat daerah ke lokasi justru menjadi puncak ledakan emosi sang pekerja.
"Di tengah sorotan kamera dan kerumunan warga, ada satu momen yang mungkin luput dari perhatian banyak orang selama krisis BBM ini berlangsung, petugas SPBU juga manusia dengan batas kesabaran yang sama seperti kita semua," tulis @Balinewsid dalam unggahan di Instagram.
Krisis kelangkaan bahan bakar minyak saat ini tengah melanda hampir seluruh wilayah Bali secara merata. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan bermotor di area SPBU sejak pagi hingga malam hari.