Perang Dekat Arab Saudi Pecah, Houthi Rudal Istana Presiden Yaman

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:27 WIB
Laporan gambar dan rekaman asap yang membumbung dari fasilitas-fasilitas di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah serangan rudal balistik [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Milisi Houthi meluncurkan serangan rudal dan drone ke istana kepresidenan Yaman di Aden.

  • Serangan tersebut menewaskan lima orang dan melukai 16 warga sipil serta petugas keamanan.

  • Perdana menteri dan jajaran kabinet Yaman dipastikan selamat dari insiden mematikan itu.

Suara.com - Kompleks istana kepresidenan Yaman di Kota Aden diguncang serangan rudal dan pesawat nirawak yang dilesatkan oleh milisi Houthi pada Kamis (15/10). Tragedi mematikan ini merenggut nyawa 5 orang dan melukai belasan lainnya di pusat pemerintahan yang didukung Saudi tersebut.

Menteri Informasi Yaman, Moammar al-Eryani, menyatakan perdana menteri dan para anggota kabinet dalam keadaan selamat setelah serangan tersebut. Seluruh jajaran kabinet dipastikan tidak mengalami cedera meski ledakan hebat sempat memicu kepanikan di sekitar istana.

Sejumlah saksi mata menuturkan bahwa mereka mendengar suara ledakan keras di dekat istana. Kabinet Yaman menyebut serangan itu menggunakan rudal dan pesawat nirawak atau drone.

Menteri Kesehatan, Qasim Buhaibeh, mengatakan lima orang tewas dan 16 lainnya terluka dalam serangan Houthi. Korban jiwa dan luka-luka tersebut mencakup petugas keamanan serta pegawai sipil yang berada di lokasi kejadian.

Juru bicara militer milisi Houthi, Yahya Saree, mengeklaim pasukannya telah membombardir lokasi yang ia sebut sebagai markas operasi militer Arab Saudi di Aden. Mereka menyebut tindakan itu sebagai bagian dari kebijakan Houthi yang menargetkan pasukan bantuan Arab Saudi di mana pun mereka berada.

Houthi mengeklaim markas tersebut dijalankan oleh perwira Arab Saudi dan terdapat gudang senjata di sana. Klaim ini dilontarkan untuk membenarkan gempuran telak yang diarahkan langsung ke jantung kekuasaan pemerintah Yaman.

Serangan ini merupakan insiden pertama dalam konflik saat ini antara milisi Houthi yang terafiliasi dengan Iran, yang menyasar Istana Al Maashiq di Aden sebagai pusat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan didukung oleh Arab Saudi.

Pertempuran antara kelompok Houthi dan pasukan Yaman yang didukung Saudi kembali pecah bulan lalu. Pekan lalu, pasukan Yaman melancarkan operasi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.

Houthi sementara itu terus meluncurkan rudal balistik dan drone ke bandara, pelabuhan, dan instalasi minyak Arab Saudi. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan Houthi telah berupaya menyerang puluhan lokasi semacam itu.

Perang di Yaman pecah pada 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa sehingga memaksa pemerintah Yaman mundur ke wilayah selatan. Intervensi militer yang dipimpin Saudi pada tahun berikutnya berujung pada kebuntuan, sebelum mencapai gencatan senjata pada 2022 hingga tahun ini.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com