Houthi Hantam Arab Saudi, Harga Minyak Dunia dan Penerbangan Umrah dalam Ancaman

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 14:03 WIB
Laporan gambar dan rekaman asap yang membumbung dari fasilitas-fasilitas di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh setelah serangan rudal balistik [Ist]
BACA 10 DETIK
  • Kelompok Houthi menyerang fasilitas energi Saudi Aramco dan bandara Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid.
  • Serangan tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak dunia karena mengancam kelancaran rantai pasok energi global.
  • Penutupan bandara akibat konflik dikhawatirkan mengganggu mobilitas jemaah umrah serta persiapan penyelenggaraan ibadah haji.

Suara.com - Serangan kelompok Houthi ke sejumlah fasilitas vital di Arab Saudi mengancam stabilitas harga minyak dunia. Tak hanya itu, serangan yang masih berlangsung itu membayangi kelancaran perjalanan umrah dan persiapan penyelenggaraan haji.

Ancaman itu menguat seiring penutupan operasional Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, serta menyasar kompleks kantor pusat produsen minyak raksasa Saudi Aramco di Dhahran beberapa waktu lalu.

Meski belum ada laporan resmi mengenai gangguan produksi maupun ekspor, potensi ancaman terhadap rantai pasok energi global kini dalam pengamatan ketat.

Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Idham Badruzaman, menegaskan bahwa gangguan pada operasional Aramco berisiko langsung memicu lonjakan harga minyak mentah dunia.

Ilustrasi jemaah Umroh. (Ist)

"Belum dapat dipastikan seberapa besar serangan ini akan mengganggu produksi dan distribusi Aramco. Namun, jika produksinya terganggu, harga minyak dunia dapat meningkat. Ini karena belum tentu terdapat pemasok lain yang mampu segera menggantikan pasokan tersebut," kata Idham, dikutip Sabtu (17/10/2026).

Di sektor penerbangan, imbas eskalasi keamanan mulai dirasakan secara konkret. Terlebih dengan serangan yang menyasar sejumlah bandara internasional.

Termasuk penghentian sementara operasional di Bandara Internasional King Khalid yang masih berlangsung.

Kendati mayoritas jemaah Indonesia masuk melalui Jeddah dan Madinah, Riyadh tetap menjadi salah satu hub penerbangan penting.

Perpanjangan penutupan jalur udara ini dikhawatirkan mengganggu mobilitas jemaah umrah serta memicu skenario perombakan rute penerbangan haji jika konflik meluas ke infrastruktur udara lainnya.

"Perbatasan darat Arab Saudi dan Yaman sangat luas sehingga titik serangan bisa muncul dari mana saja. Pihak Houthi cenderung menyasar infrastruktur yang memberi dampak ekonomi besar seperti fasilitas energi dan bandara," ujarnya.

Atas situasi darurat ini, ia meminta seluruh WNI dan calon jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Termasuk menghindari objek-objek vital nasional, serta terus memantau pembaruan status penerbangan dari otoritas setempat.

Menurutnya, kelompok Houthi cenderung menyasar objek vital yang apabila terganggu dapat memberikan dampak ekonomi besar bagi Arab Saudi, seperti bandara dan fasilitas energi.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com