IDAI Ungkap Alasan Anak Lebih Rentan Terdampak Asap Karhutla Dibanding Orang Dewasa

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:15 WIB
Ilustrasi anak terdampak asap karhutla [Shutterstock]
BACA 10 DETIK
  • Dr. Fifi Sofiah dari IDAI menyatakan anak-anak di Jakarta pada Senin, 19 Oktober 2026, sangat rentan terhadap asap karhutla karena faktor anatomi tubuh.
  • Paparan partikel berbahaya seperti PM2.5 dari asap karhutla dapat menembus saluran napas terdalam hingga mengganggu fungsi organ tubuh anak.
  • IDAI mengimbau orang tua membatasi aktivitas luar ruangan anak serta segera membawa mereka ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas.

Suara.com - Anak termasuk kelompok yang lebih rentan terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan orang dewasa. Selain karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna, ukuran saluran napas anak yang lebih kecil dan frekuensi bernapas yang lebih cepat membuat paparan polutan menjadi lebih berisiko.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. Fifi Sofiah, SpA, Subsp Respi(K), menjelaskan bahwa anak-anak memiliki karakteristik anatomis dan fisiologis yang membuat mereka lebih rentan terhadap pencemaran udara.

Anak memiliki diameter jalan napas yang lebih kecil, bernapas lebih cepat, dan lebih sering bernapas melalui mulut. Mereka juga cenderung lebih banyak beraktivitas di luar ruangan.

"Jadi, jika udara tercemar, dosis paparan yang mereka terima jauh lebih besar dibandingkan orang dewasa," ujar Fifi di Jakarta, Senin (19/10/2026).

Menurut Fifi, asap karhutla bukan sekadar asap biasa karena mengandung campuran partikel, gas, dan cairan yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna. Kandungannya antara lain hidrogen sulfida, sulfur, karbon dioksida, polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH), asam, serta logam berat seperti silika, tembaga, kadmium, timbal, bromium, zink, dan kalium.

Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah partikel PM2.5. 

"Partikel inilah yang paling berbahaya bagi anak, terutama PM2.5 yang berukuran kurang dari 2,5 mikron, jauh lebih kecil dari sehelai rambut manusia, sehingga dapat menembus saluran napas terdalam hingga alveoli dan bahkan masuk ke aliran darah," imbuh Fifi.

Dia menjelaskan, partikel kasar PM10 dapat mengiritasi saluran pernapasan atas, sedangkan PM2.5 menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan bawah.

Paparan asap juga dapat memengaruhi sejumlah fungsi tubuh. Aldehida, salah satu senyawa dalam asap, dilaporkan dapat melumpuhkan silia di saluran pernapasan. Sementara itu, karbon monoksida dan nitrogen oksida mengganggu fungsi hemoglobin, sedangkan ozon dan PAH mengganggu integritas sel.

Dalam jangka panjang, paparan tersebut berpotensi menimbulkan penyakit paru kronik dan menurunkan kualitas hidup anak hingga dewasa.

IDAI juga menyoroti kelompok anak yang membutuhkan perlindungan lebih besar saat terjadi bencana kabut asap. Mereka meliputi bayi, balita, anak dengan asma, anak dengan penyakit jantung atau paru kronik, anak dengan disabilitas, serta anak yang bergantung pada oksigen dan alat medis.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), menegaskan bahwa perlindungan anak harus dilakukan dengan mempertimbangkan hak-hak mereka.

"Bayi, balita, anak dengan asma, penyakit jantung atau paru kronik, anak dengan disabilitas, serta anak yang bergantung pada oksigen dan alat medis memiliki risiko yang jauh lebih tinggi. Mereka tidak bisa melindungi diri sendiri, tugas kitalah, orang dewasa dan negara, untuk memastikan mereka terlindungi," ujar Piprim.

Untuk mengurangi risiko paparan, IDAI meminta keluarga membatasi aktivitas anak di luar ruangan, menciptakan ruang dengan udara lebih bersih di dalam rumah, dan memantau Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

IDAI juga mengingatkan orang tua agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila muncul tanda kegawatan, seperti sesak napas berat, tarikan dinding dada, bibir membiru, kesadaran menurun, atau anak tidak mampu minum.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com