Pramono Soroti Truk Besar Kerap Tabrak Separator Transjakarta, Minta Sopir Patuh Aturan

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
BACA 10 DETIK
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti truk sering menabrak separator Transjakarta pada Senin, 19 Oktober 2026.
  • Koridor 9 seperti Grogol dan Cawang menjadi lokasi paling rawan kecelakaan akibat kendaraan besar kehilangan kendali.
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau seluruh pengguna jalan agar senantiasa disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti kejadian berulang kendaraan besar yang menabrak separator Transjakarta di ruas jalan protokol.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengawasi cara masyarakat menggunakan jalan, terutama pengemudi kendaraan berukuran besar.

"Pemerintah Jakarta terus-menerus memantau bagaimana masyarakat itu memanfaatkan, terutama yang menggunakan mobil dalam size yang besar, apakah itu truk dan sebagainya yang sering kali mereka menimbulkan kemacetan karena tabrakan," ujar Pramono di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan catatan insiden lalu lintas di Jakarta, separator yang paling sering rusak akibat ditabrak kendaraan berat berada di Koridor 9 (Pinang Ranti–Pluit).

Titik rawannya antara lain Jalan Letjen S. Parman di kawasan Grogol dan Tomang, serta Jalan Letjen M.T. Haryono di kawasan Cawang hingga Pancoran.

Kawasan sekitar Halte Ciliwung, Cawang, dan Grogol kerap menjadi lokasi truk kehilangan kendali lalu menabrak pembatas jalur bus.

Kendaraan yang terlibat meliputi truk, truk kontainer, hingga bus besar.

Salah satu pemicunya adalah lalu lintas yang padat, ketika truk harus menghindari pemotor yang tiba-tiba menyerobot masuk jalur Transjakarta.

Pengemudi yang lelah atau mengantuk pada jam-jam tertentu juga disebut menjadi faktor penyebab.

Selain itu, kendaraan besar memiliki titik buta yang luas dan radius putar yang lebar sehingga lebih berisiko menyenggol pembatas jalan.

Di akhir pernyataannya, Pramono mengimbau semua pihak agar disiplin berlalu lintas.

"Sekali lagi, kami minta semuanya taat patuh pada aturan yang sudah ditetapkan bersama," pungkas eks Sekretaris Kabinet (Seskab) tersebut.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com