Penyebab Dedi Mulyadi Ngamuk saat Dihadang Warga di Ciamis: Emang Saya Orang Budeg?

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:18 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. [Rahman/SuaraJabar]
BACA 10 DETIK
  • Dedi Mulyadi ngamuk karena rombongannya sengaja diarahkan melewati jalan rusak di Ciamis.

  • KDM meminta warga melayangkan protes jalan rusak langsung ke bupati bukan gubernur.

  • Dedi Mulyadi telah meminta maaf dan menyiapkan anggaran perbaikan jalan bersama pemkab Ciamis.

Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendadak meradang setelah rombongan kendaraannya sengaja diarahkan warga melewati jalur rusak parah di Desa Cintajaya. Insiden adu mulut ini langsung mencuat ke publik dan menjadi perbincangan hangat usai rekaman videonya mendadak viral di media sosial.

Aksi warga Lakbok tersebut sebenarnya bertujuan menunjukkan realitas infrastruktur hancur yang selama ini luput dari penanganan pemerintah setempat. Namun manuver spontan itu justru memicu ketegangan karena mengganggu waktu istirahat sang gubernur di tengah jadwal padat.

KDM mengaku sangat membutuhkan waktu luang satu jam di dalam mobil untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan agenda kunjungan. Protes jalanan yang dikemas dengan cara menghadang rute resmi ini dinilai tidak etis dan justru salah sasaran.

"Ini jalan Kabupaten, sebentar matiin dulu hp nya. Ini jalan Kabupaten, sampaikan ke bupatinya, nanti bupatinya saya telepon, marahnya jangan sama gubernur dong, sama bupatinya, emang saya orang budeg?" kata KDM, dilansir dari akun @Reset Feed.

Mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan dirinya paham betul penderitaan rakyat tanpa harus disambut aksi protes jalanan. Ia mengklaim sudah bekerja keras memperbaiki infrastruktur sejak berangkat dari rumah demi membantu warga Ciamis.

Warga dinilai keliru melampiaskan kekesalan infrastruktur kabupaten kepada pejabat tingkat provinsi yang memiliki porsi wewenang berbeda. KDM meminta masyarakat cerdas memilah otoritas pemerintahan agar protes tidak jatuh ke pihak yang keliru.

"Saya kan berangkat dari rumah jam 7, ngurusin orang Ciamis juga, benerin jalan sepanjang jalan tapi datang ke sini warganya bersikap, jadi kalau marah sama bupati ya sama bupati jangan marah sama bupati ditimpain sama gubernur, ada kewajibannya," lanjutnya.

Penyampaian aspirasi publik seharusnya tetap menjunjung tinggi etika tanpa harus menjebak pejabat yang sedang bertugas. KDM mengaku risih dengan upaya penekanan warga yang memaksa agenda kerjanya berantakan seketika.

KDM menyayangkan sikap warga yang terlampau berani menekan karena menganggap sang pemimpin daerah sangat mudah ditemui. Ia mengingatkan rakyat agar tidak semena-mena memanfaatkan keramahan pemimpin yang responsif.

Masa kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Jawa Barat dipastikan memiliki batas waktu definitif. KDM memperingatkan warga agar bersiap menghadapi tipe pemimpin masa depan yang jauh lebih acuh tak acuh.

"Nanti ibu suatu saat bakal dapat pemimpin yang cuek, karena saya juga bakal habis pada suatu saat. Saya juga ada berakhirnya jadi gubernur," tuturnya.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com