-
Kualitas udara Singapura membaik tipis pada Rabu sore di beberapa wilayah tertentu.
-
Wilayah barat dan pusat tetap mencatat indeks polusi tidak sehat akibat kabut asap.
-
Titik panas di Kalimantan dan Sumatra memicu sebaran kabut asap transnasional di Singapura.
Suara.com - Kualitas udara Singapura menunjukkan pembaikan tipis pada hari Rabu sore dengan konsentrasi partikel halus yang kembali normal di beberapa kawasan.
Meskipun demikian, indeks standar polutan atau PSI untuk wilayah barat serta pusat masih bertahan dalam kategori tidak sehat hingga pukul lima sore.
Dikutip dari Media Singapura, CNA, Badan Lingkungan Nasional atau NEA sebelumnya telah memperkirakan kondisi udara hari ini bakal tetap tidak sehat dengan kisaran PSI seratus sepuluh sampai seratus delapan puluh.
Pemicu utama gangguan udara tersebut berasal dari sebaran titik panas meluas di Kalimantan serta Sumatra yang memicu kiriman kabut asap tipis hingga tebal.
Situasi pencemaran ini berpotensi bertahan di kawasan rawan kebakaran yang mengalami musim kering panjang, meskipun hujan lokal sempat membantu meringankan polusi.
Kawasan utara dan timur mencatatkan hasil pengukuran normal, sedangkan sektor barat, pusat, serta selatan sempat mengalami dinamika fluktuasi kadar polutan berbeda.
Wilayah pusat sempat mendingin ke rentang normal pada dini hari sebelum kembali naik ke kategori tinggi menjelang pagi hari.
Kawasan timur juga sempat mencatat kenaikan tingkat polutan beberapa kali pada pagi hari sebelum akhirnya kembali pulih ke ambang normal.
Sektor utara sempat mendapati lonjakan singkat pada siang hari sementara wilayah selatan bertahan konsisten pada rentang normal sepanjang hari berjalan.
Sebelum perbaikan tipis ini, Singapura sempat merasakan pemulihan moderat pada hari Senin lalu untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu terakhir.
Catatan moderat terakhir sebelum awal pekan ini bahkan baru tercatat kembali pada tanggal sembilan Oktober yang lalu akibat tekanan kabut asap regional.