- Polda Banten memeriksa saksi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyelidiki penyebab kebakaran dan terbaliknya KMP Batumandi.
- Penyidik menunda olah tempat kejadian perkara karena suhu badan kapal masih sangat tinggi dan berbahaya.
- Sebanyak 240 penumpang dari total 420 orang di kapal tersebut berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Suara.com - Polda Banten memeriksa sejumlah penumpang dan sopir untuk mengungkap penyebab kebakaran hingga terbaliknya Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi di perairan Pelabuhan Merak, Cilegon.
Polisi juga berkoordinasi dengan PT ASDP Indonesia Ferry dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) setempat untuk mendukung penyelidikan.
"Polda Banten telah meminta keterangan dari sejumlah penumpang kapal serta para sopir yang berada di KMP Batu Mandi guna kepentingan penyelidikan," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea dikutip dari ANTARA, Kamis (22/10/2026).
hingga kekinian penyidik belum melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) karena kondisi badan kapal masih menyimpan panas tinggi. Suhu dan partikel di dalam kapal dinilai masih berpotensi membahayakan keselamatan petugas jika pemeriksaan dipaksakan.
Sambil menunggu kondisi memungkinkan untuk olah TKP, kepolisian terus mengumpulkan keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendalami insiden tersebut.
"Guna mengantisipasi dampak insiden ini terhadap lalu lintas laut, Polda Banten bergerak cepat berkoordinasi dengan Vessel Traffic Service (VTS) Merak untuk memitigasi potensi gangguan pada alur pelayaran di sekitar Pelabuhan Merak," jelas Maruli.
240 Penumpang Selamat
Sebelumnya, KMP Batumandi terbakar di perairan Pelabuhan Merak pada Selasa (20/10/2026).
Sebanyak 240 penumpang dilaporkan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan ditempatkan di area aman sebelum diantar menuju daerah tujuan masing-masing melalui fasilitas ASDP Indonesia Ferry.
Berdasarkan data manifes resmi, kapal yang berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak itu mengangkut 420 penumpang dan 89 unit kendaraan.
"Dari total 420 penumpang tersebut, sebanyak 393 orang berada di dalam kendaraan dan 27 orang lainnya merupakan penumpang pejalan kaki," ucap Maruli.