Bocoran Rapat Kabinet, Prabowo Mau Renovasi 407 RS di Seluruh Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:06 WIB
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono. (Suara.com/Lilis)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto berencana merenovasi dan merevitalisasi 407 rumah sakit di berbagai kabupaten/kota seluruh Indonesia.
  • Kementerian Kesehatan menghadapi tantangan besar dalam penyediaan tenaga medis yang sesuai dengan kebutuhan setiap wilayah pelayanan.
  • Pemerintah menyiapkan 1.000 kuota beasiswa dokter spesialis untuk tahun akademik 2026/2027 guna mengisi fasilitas kesehatan.

Suara.com - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana lakukan revitalisasi dan renovasi 407 rumah sakit di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.

Rencana itu, kata dia, disampaikan Prabowo dalam rapat kabinet tertutup di Istana Jakarta, kemarin, Rabu (21/10).

“Kemarin Bapak Presiden, ini saya bocorkan, saat rapat kabinet tertutup menyampaikan akan dibangun rumah sakit di daerah, 407 rumah sakit di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Itu akan dilakukan revitalisasi dan akan direnovasi,” ujar Dante dalam sambutannya di acara peluncuran program akselerasi kedokteran gigi dan beasiswa pendidikan dokter spesialis (PPDS) yang digelar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Rencana Prabowo itu menambah daftar Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang harus dikerjakan Kementerian Kesehatan.

Dante mengungkapkan kalau Kemenkes sebelumnya juga diberikan mandat untuk membangun 66 rumah sakit tipe D dan tipe C di seluruh Indonesia hingga 2029.

Menurut Dante, pembangunan infrastruktur kesehatan bukan tantangan utama. Pemerintah justru harus menyiapkan tenaga medis yang akan mengisi rumah sakit, mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis.

“Membangun infrastruktur itu mudah, tapi membangun manusia yang nanti akan mengisi, dokter spesialis, dokter umum, itu yang akan jadi esensi dari pelayanan,” katanya.

Dia menegaskan tantangan pemerintah bukan sekadar memastikan jumlah tenaga kesehatan mencukupi, melainkan juga menyesuaikan ketersediaannya dengan kebutuhan setiap wilayah.

“Karena itu tantangan kita bukan hanya menyediakan tenaga kesehatan yang cukup saja, tapi sesuai dengan kebutuhan dari wilayah tersebut,” ujar Budi.

1.000 Beasiswa Dokter Spesialis

Kebutuhan tenaga medis untuk mengisi fasilitas kesehatan tersebut menjadi salah satu latar belakang pemerintah menyiapkan 1.000 beasiswa pendidikan dokter dan dokter gigi spesialis untuk tahun akademik 2026/2027.

Dari total kuota itu, sekitar 750 beasiswa direncanakan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sedangkan 250 lainnya didukung pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, rumah sakit, serta mitra swasta.

Beasiswa akan diprioritaskan untuk bidang spesialisasi yang dibutuhkan masyarakat, termasuk spesialis dasar serta bidang kanker, jantung, stroke, uronefrologi, dan kesehatan ibu dan anak (KJSU-KIA).

Alokasinya juga mempertimbangkan kebutuhan tenaga medis di berbagai wilayah dan rencana pendayagunaan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan dokter spesialis di tengah rencana perluasan dan revitalisasi fasilitas kesehatan.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com