Siswa Sekolah Rakyat di Jember Diduga Dianiaya Pembina dari Unhan, Mensos Gus Ipul Buka Suara

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:20 WIB
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat berbincang dengan siswa Sekolah Rakyat (SR). [ANTARA]
BACA 10 DETIK
  • Mahasiswa Unhan itu diduga lakukan pemukulan dan tendangan kepada seorang siswa karena ketahuan merokok.
  • Gus Ipul masih menunggu laporan lengkap kejadian tersebut untuk mengetahui secara detail.
  • Unhas awalnya mengirim 1.500 mahasiswanya untuk menjadi pembimbing disiplin di Sekolah Rakyat selama dua pekan sejak awal Oktober.

Suara.com - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengaku belum dapat laporan mengenai dugaan kekerasan oleh pembimbing disiplin mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) kepada siswa Sekolah Rakyat di Jember.

Mahasiswa Unhan itu diduga lakukan pemukulan dan tendangan kepada seorang siswa karena ketahuan merokok. Beberapa siswa lainnya dilaporkan turut mendapat pukul karena membela korban.

"Saya belum memperoleh laporan, tetapi kita punya prosedur jika terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan di Sekolah Rakyat. Apalagi kalau sudah menyangkut kekerasan," kata Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Gus Ipul masih menunggu laporan lengkap kejadian tersebut untuk mengetahui secara detail.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Suara.com/Lilis)

Selanjutnya, ia menyatakan akan mengambil langkah bersama dengan Universitas Pertahanan bila kekerasan itu terbukti terjadi.

"Tentu kalau itu benar terjadi kita menyesalkan. Padahal tujuannya adalah selama ini kita ingin memperkuat pendampingan, penguatan kedisiplinan siswa Sekolah Rakyat," imbuhnya.

Di sisi lain, menurut Gus Ipul, pelaksanaan bimbingan oleh mahasiswa Unhas di seluruh Sekolah Rakyat lainnya berjalan dengan baik.

Sebelumnya, Unhas sendiri mengirim 1.500 mahasiswanya untuk menjadi pembimbing disiplin di Sekolah Rakyat selama dua pekan sejak awal Oktober.

Kendati begitu, Gus Ipul menekankan bahwa pemerintah tidak akan menoleransi kekerasan di ruang lingkup sekolah.

"Kalau ada terjadi insiden itu, tentu kami menyesalkan, ya. Kami prihatin karena itu tidak sesuai dengan tujuan hadirnya mahasiswa Unhan di sana. Tapi saya ingin sampaikan bahwa secara umum telah berjalan dengan baik," katanya.

Dugaan kasus kekerasan fisik itu terjadi di asrama Sekolah Rakyat Terintegrasi, Jember, pada Minggu malam, 18 Oktober 2026.

Seorang mahasiswa Unhan yang bertugas sebagai pembina kedisiplinan menganiaya tiga siswa berinisial PW, SL, dan AAH.

Insiden dipicu oleh salah satu siswa yang tepergok merokok, yang kemudian dihukum fisik oleh pelaku, sementara dua rekan korban yang mencoba membela justru ikut dipukul dan ditendang hingga mengalami luka lebam dan trauma.

Akibat penganiayaan tersebut, salah satu korban harus dilarikan ke Puskesmas Ajung, dan pihak keluarga kini telah resmi melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jember untuk diproses secara hukum.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com