NTB.Suara.com - Pengacara Frank Hutapea yang juga anak bungsu dari pengacara kondang Indonesia, Hotman Paris Hutapea disebut hampir kena tipu oleh sebuah oknum pengusaha hive five saat dia hendak berinvestasi di Bali.
Masalah ini diungkap oleh pengacara Arif Edison, yang juga saat ini sedang berseteru dengan Jhon LBF. Arif menjelaskan saat Frank hendak membuat Perseroan Terbatas (PT) di Bali, dia menggunakan jasa hive five, termasuk untuk penyewaan tempat dan pengurusan domisili.
Tetapi yang membuat janggal, ketika Sabar L Tobing, CEO hive five meminta uang Rp200 juta dimuka untuk pengurusan domisili dan sewa tempat. Frank yang mengerti proses pembuatan PT menurut Arif menolak permintaan tersebut dan sempat membuat Sabar marah.
“Frank ini adalah teman dekat dari Mochtar suaminya Cindy Kurniawan, jadi Frank ini mau buat PT di Bali, pake hive five juga bro, buat tempatnya itu mereka ingin sewa punya hive five. biaya domisili dan sewa sebesar 200 juta diminta dimuka, ya Frank kan tanya balik mana ada PT belum jadi minta biaya sewa segala macam,” jelas Arif dilansir dari Channel Youtube dr.Richard Lee.
Arif menyebut modus yang dilakukan oleh Hive Five menunjukkan mereka sebenarnya tidak memiliki modal tetapi ingin menggunakan dana dari klien. Masalah ini kemudian diselesaikan oleh Jhon LBF karena takut dengan Hotman Faris.
“Artinya kan duitnya nggak ada tapi mau pakai duit klien. Waktu itu si sabar sempat ngegas, gue ga takut sama bapak lu, akhirnya yang ngeberesin si Jhon, dia bilang sama sabar cepetan beresin,” kata Arif. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Ekspansi ke DIY, VinFast Resmikan Dealer Perdana di Sleman dan Promo Bebas Biaya Tukar Baterai
-
KPK Kejar Jejak Setoran Rp4,1 Miliar, Saksi Kasus Etik Suryani Mulai Diperiksa
-
Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?
-
Geisz Chalifah Dipanggil KPK, Kasus Gratifikasi Tambang Batu Bara Rita Widyasari Kembali Bergulir
-
Pekerja Bangunan di Blitar Meregang Nyawa Saat Memlester Dinding, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
A Spoonful of the Sea, Tradisi Ulang Tahun Korea yang Menghangatkan Hati
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Buku The Principles of Power: Seni Menguasai Pengaruh Secara Etis
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi