NTB.Suara.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo mengungkapkan kondisi rumput Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam keadaan bagus, sehingga pertandingan Persija Jakarta vs PSM Makassar siap digelar di lapangan tersebut.
Pertandingan sepak bola Liga 1 musim 2023-2024 antara Persija Jakarta kontra PSM Makassar akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), pada 2 Juli 2023.
"Liga 1, pertandingan Persija Jakarta melawan PSM Makassar ramai di media sosial. Alhamdulillah sudah ditetapkan pada 2 Juli di Stadion Utama Gelora Bung Karno," kata Menpora Dito Ariotedjo, dikutip dari kemenpora.go.id, Jumat (30/6/2023).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah adanya video viral jika rumput SUGBK dinarasikan rusak parah usai adanya kegiatan non-olahraga beberapa waktu lalu.
"Saya sudah berkoordinasi dan mediasi dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB), PSSI, serta jajaran direksi Gelora Bung Karno soal kabar viral mengenai kondisi rumput yang rusak," ucap Dito.
Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah sebuah stadion di Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia, yang merupakan bagian dari kompleks olahraga Gelanggang Olahraga Bung Karno.
Konstruksi dimulai pada 8 Februari 1960 dan selesai pada 21 Juli 1962, tepat waktunya untuk menjadi tuan rumah Asian Games di bulan berikutnya. Pembangunannya didanai dengan kredit lunak dari Rusia (yang dulunya Uni Soviet) sebesar 12,5 juta dolar AS yang kepastiannya diperoleh pada 23 Desember 1958.
Stadion tersebut umumnya digunakan sebagai arena pertandingan sepak bola tingkat internasional. Stadion itu dinamai untuk menghormati Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, yang juga menggagas pembangunan kompleks olahraga tersebut.
Dalam rangka de-Soekarnoisasi, pada masa Orde Baru, nama stadion ini diubah menjadi Stadion Utama Senayan melalui Keputusan Presiden Nomor 4/1984 yang ditandatangani Presiden Soeharto.
Baca Juga: Media Vietnam Anggap Bima Sakti Pelatih Gagal, Bongkar 'Aib' Bersama Timnas Indonesia U-17
Setelah bergulirnya gelombang reformasi pada 1998, nama stadion ini dikembalikan kepada namanya semula melalui Keputusan Presiden Nomor 7/2001 yang ditandatangani Presiden Abdurrahman Wahid.
Ketika pertama kali dibuka pada tahun 1962, stadion ini memiliki kapasitas tempat duduk sebesar 110.000. Kapasitas ini telah berkurang dua kali: pertama menjadi 88.083 pada tahun 2006 untuk Piala Asia AFC 2007 dan kedua hingga 77.193 antara 2016 dan 2017 untuk Asian Games dan Asian Para Games 2018.
Dalam renovasi tahun 2016 hingga 2017, semua bangku penonton diganti dengan kursi tunggal. Kapasitas 88.083 sempat membuatnya menjadi stadion sepak bola asosiasi terbesar ke-7 di dunia. Saat ini, stadion ini merupakan stadion sepak bola asosiasi terbesar ke-28 di dunia dan stadion sepak bola asosiasi terbesar ke-8 di Asia. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Viral Video Aksi Pemalakan di Tanah Abang, Oknum Hancurkan Dagangan Bakso Gegara Uang Rp100 Ribu
-
Jadi Andalan di Timnas Indonesia, Elkan Baggott dan Ole Romeny Justru Tersisih di Klubnya
-
Prabowo Pimpin Sumpah Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Anggota Ombudsman dan Duta Besar
-
3 Toner Berbahan Black Rice yang Bikin Kulit Plumpy dan Auto Glowing
-
Polda Metro Dalami Laporan Terhadap Saiful Mujani Buntut Seruan Gulingkan Prabowo
-
Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet
-
Bukan di Hari Jumat, Pemda DIY Pilih Rabu Jadi Hari WFH bagi ASN, Ini Alasannya
-
Harga Beras Bikin Jantungan? Di Penggilingan Turun, Eh di Pasar Malah Melambung!
-
Ternyata Parkir Resmi! Dishub Akui Kesalahan Pola Parkir di Akses MRT Lebak Bulus yang Bikin Macet
-
Jelang Piala AFF U-17 2026, Persiapan Timnas Indonesia Sudah Oke