Suara.com - Para pemilik mobil Mercedes-Benz di Cina tampaknya adalah kelompok pengusaha kaya, sementara mereka yang mengendari Cadillac, Lincolcn, atau Infiniti adalah para pekerja biasa dari kelas menengah-atas, demikian hasil sebuah riset terbaru.
Studi dari Hurun Research Institute, yang mensurvei 800 pemilik mobil mewah di 10 kota di Cina. Tujuannya adalah untuk mencari tahu karakteristik para pemilik mobil-mobil tersebut.
Hasil survei itu menemukan bahwa di Cina, rata-rata konsumen sedang mencari mobil pertama mereka. Rata-rata penunggang mobil mewah di Cina berusia 33,5 tahun, dengan pendapatan per tahun sekitar 984.000 yuan atau sekitar Rp1,2 miliar.
Para pemilik Mercedes adalah kelompok yang memiliki nilai aset rumah tangga paling tinggi, yakni sekitar 11,3 juta yuan (sekitar Rp22,5 miliar). Sementara pengemudi Infiniti, merek mobil mewah Nissan, adalah yang punya aset paling kecil, sekitar 6,44 juta yuan (sekitar Rp12,7 miliar).
Audi, merek mobil mewah yang paling laris di Cina, diasosiasikan dengan para pejabat negara sementara pemilik BMW biasanya adalah orang-orang kaya baru.
Dari delapan merek mobil mewah yang disurvei dalam studi itu, hanya pemilik Lexus, merek mobil mewah Toyota, yang atribut dan karakternya belum jelas.
Cina sendiri adalah salah satu pasar mobil mewah terbesar di dunia. Menurut studi McKinsey & Co, pasar mobil mewah Cina akan menduduki urutan pertama, mengalahkan Amerika Serikat, pada 2016. (Automotive News)
Berita Terkait
-
Dirumorkan Jadi Menkeu Baru, Isi Garasi Chatib Basri Bikin Melongo: Simpan JDM Langka Klasik
-
Harta Gubernur BI Rp72 M Disorot saat Rupiah Lemah, Punya Tunggangan Mewah Rp2,4 M
-
Mercedes-Benz 300 SLR Uhlenhaut Coup, Mobil Terlangka dan Termahal Rp2,3 T
-
Mercedes-Benz Club Bekasi Raya Gelar Musda dan Tunjuk Presiden Baru
-
Raksasa Otomotif China Bersaing Ketat Rebut Pabrik Bekas Nissan dan Mercedes-Benz
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
100 Ribu Buruh Perusahaan Otomotif "V" Terancam PHK
-
Tunda Nyicil Scoopy Baru, Yamaha Grand Filano Bekas Lebih Murah, Mending Mana?
-
Pesona SUV Mazda yang Seukuran dengan Suzuki S-Presso, Harga Cuma Tak Sampai 200 Juta
-
Irit dan Tangguh, Ini Alasan Kenapa Yamaha Gear Ultima Jadi Skutik Favorit Perempuan
-
Honda, Nissan dan Mitsubishi Jalin Kerja Sama, Ada Udang di Balik Batu
-
Strategi Motul Dekati Konsumen Melalui Jaringan Bengkel Modern B-Quik
-
Suzuki Ignis Kena Recall, Apa Bagian yang Rusak?
-
Tinggalkan Kesan Murah, Begini Wujud Baru Honda BeAT Terbaru dengan Emblem Silver dan Warna Matte
-
Alasan Mitsubishi Xforce Ultimate DS Tetap Relevan Bagi Pengguna yang Punya Mobilitas Tinggi
-
Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen