Suara.com - Daihatsu menjanjikan program kredit ringan bagi para calon konsumen mereka pada Agustus nanti. Program kredit itu bakal menjadi 'senjata' Daihatsu mendorong penjualan pada paruh kedua 2016.
Marketing and Customer Relation Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation, Hendrayadi Lastiyoso menjelaskan, paket-paket kredit terjangkau adalah kunci Daihatsu dalam memasarkan dan menjual model-modelnya. Pasalnya, sebagian besar konsumen Daihatsu membeli dengan kredit.
"Hampir 85% dari penjualan kami memakai kredit. Kalau kami tidak menyediakan itu (paket kredit mudah) maka kami akan sulit menjual," ucapnya di sela-sela acara buka puasa bersama, Selasa (28/6/2016) malam di Jakarta.
Menurut Hendrayadi, Daihatsu sudah menyusun program kredit ringan yang berlangsung pada Juni-Juli, untuk mendorong penjualan menjelang dan pascaLebaran. Melalui program tersebut, konsumen Daihatsu dapat memiliki Daihatsu dengan cicilan mulai Rp1 juta-an dengan tenor tujuh tahun. Pada Agustus, Daihatsu berencana membuat program serupa.
"Uang muka tidak boleh diutak-atik karena dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) menetapkan 20%. Yang bisa kami mainkan adalah perpanjangan tenor, kemudahan membayar cicilan seperti bebas sebulan-dua bulan, atau bunganya diturunkan," terangnya memberi gambaran.
"Untuk bunga ini kami masih harus lihat setelah Lebaran situasi dan kondisi suku bunga bagaimana," lanjut dia.
Berdasarkan data PT Astra Daihatsu Motor, penjualan retail Daihatsu selama Januari-Mei 2016 naik 3% dibanding periode yang sama setahun sebelumnya (Year on Year) menjadi 72.607 unit. Sementara itu, transaksi jual-beli wholesales secara Year on ear turun 3% menjadi 72.782 unit.
Pangsa pasar Daihatsu di pasar mobil nasional di lima bulan pertama tahun ini sekitar 16,5%. "Target kami di akhir tahun nanti adalah mencapai pangsa pasar 15-15,5%," tegas Hendrayadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan