Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjanjikan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kendaraan listrik bisa rampung setelah Lebaran setelah terus molor sejak 2017.
Luhut menyebut rancangan Pepres sudah sampai ke Kementerian Sekretariat Negara setelah Kemenko Kemaritiman menandatanganinya.
"Pepresnya saya kira sudah selesai. Dari kantor saya sudah paraf, sudah ke Sekneg (Sekretariat Negara), tinggal sirkulasi saja. Kita harap selesai Lebaran," ujarnya ditemui di kediamannya di Jakarta, Kamis (30/5/2019).
Perpres mengenai kendaraan listrik itu sedianya diharapkan rampung akhir 2017. Namun, hingga awal 2019 belum juga terealisasi.
Menteri ESDM Ignasius Jonan pernah berkelakar dengan Luhut terkait lambatnya beleid itu rampung. Menurut Jonan, pemerintah kalah dari PT Blue Bird Tbk yang telah lebih dulu memperkenalkan layanan taksi listriknya.
Padahal, pemerintahlah yang sebelumnya menantang perusahaan taksi itu untuk bisa menggunakan kendaraan listrik. Namun, hingga sampai taksi listrik telah beroperasi, aturan dari pemerintah belum juga rampung.
"Pemerintah malu, setahun bikin Perpres tapi keduluan oleh Bluebird yang sudah beli mobilnya. Pak Menko (Luhut) juga ngomong dengan saya, memang beli mobil lebih cepat daripada bikin Perpres," kata Jonan, Senin (22/4/2019) lalu.
Perpres kendaraan listrik nantinya akan mengatur sejumlah ketentuan insentif untuk mendorong pengembangan mobil listrik di Indonesia.
Sementara itu Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto baru-baru ini telah berangkat ke Jepang untuk mensosialisasikan rancangan aturan itu kepada para produsen mobil di negeri tersebut.
Baca Juga: Toyota dan Daihatsu Akan Produksi Mobil Hibrida di Indonesia pada 2022
Dari pertemuan itu, setidaknya saat ini Toyota dan Daihatsu sudah menyatakan siap untuk memproduksi mobil hibrida di Indonesia pada 2022 mendatang. [Antara]
Berita Terkait
-
Cuma Seharga Ponsel, Pria India Ini Bikin Mobil Listrik Seukuran Motor Matic
-
Siasat Geely Hindari Tarif Uni Eropa dengan Membajak Jalur Produksi Pabrik Ford di Spanyol
-
Puluhan Ribu Xpeng X9 Kena Recall Akibat Masalah Suspensi Udara Begini Nasib Unit di Indonesia
-
Industri Otomotif Thailand Terancam Kolaps Akibat Serbuan Mobil Listrik China
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim