Suara.com - KTM sepertinya memiliki strategi tersendiri untuk melawan dominasi produsen otomotif asal Jepang. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengumpulkan brand Eropa seperti Ducati, BMW, dan Triumph agar bergabung dalam satu wadah.
Stefan Pierer, Chief Executive Officer (CEO) KTM mengatakan bahwa ia ingin membeli Ducati dan Triumph dan membentuknya dalam satu payung.
"Angka penjualan yang relatif lebih rendah dari dua pabrikan Eropa, yaitu 53 ribu unit untuk Ducati dan 61.500 unit untuk Triumph, hal ini tentu menjadi alasan mengapa mereka harus berhenti untuk saling berseteru di pasar otomotif," tutur Stefan Pierer dalam sebuah wawancara kepada Bloomberg.
Stefan Pierer sendiri saat ini dilaporkan tengah melakukan penjajakan terhadap Volkswagen Group. Dengan tawaran 1,5 miliar Euro, ia berharap bisa mengakuisisi Ducati.
"Masalah keuangan yang melanda perusahaan sebagai dampak kasus "dieselgate" akan memaksa Grup Volkswagen untuk menjual Ducati," harap Stefan Pierer.
Tak hanya Ducati, Stefan Pierer dikabarkan juga memasukkan nama Triumph dan MV Agusta dalam daftar belanjanya. Bahkan ia menegaskan Ducati tetap akan menjadi pilihan utamanya.
Sebagai informasi, rencana bos KTM itu sebenarnya bukan tanpa alasan. Tercatat pada 2018, Honda mampu menjual 20 juta unit dan di tempat kedua ditempati Yamaha, dengan kemampuan menjual sebanyak 5,4 juta.
Melihat angka-angka seperti itu bakal memberikan gambaran yang lebih besar tentang ruang lingkup yang ditargetkan oleh KTM.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo