Suara.com - Berbincang soal mobil kepresidenan NKRI, selama ini pengantar dan penjemput Presiden Joko Widodo atau Jokowi adalah Mercedes-Benz S600 Pullman Guard Limousine. Bukan produk baru, melainkan warisan dari presiden pendahulunya, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.
Diberitakan pernah mogok, power windows tak berfungsi, sampai sound system bekerja tidak sesuai command, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mencanangkan akan membeli mobil baru. Salah satunya agar standarisasi terpenuhi: ada mobil utama dan cadangan di Istana dan kediaman resmi Presiden, serta di kota-kota di Tanah Air. Sehingga tak sebatas mengandalkan pengiriman unit dari Ibu Kota, kurun tiga atau empat hari sebelum kunjungan presiden.
"Kendaraan dinas VVIP Kepresidenan dan para menteri, pejabat setingkat menteri, pimpinan lembaga negara, mantan presiden, dan mantan wakil presiden, mayoritas telah berusia lebih dari 10 tahun. Sebagian besar saat ini kondisinya sering mengalami kerusakan dan tidak efisien, serta tidak layak untuk dipergunakan bagi pejabat negara," papar Eddy Cahyono Sugiarto, Asisten Deputi (Asdep) Humas Kemensetneg, dalam siaran persnya Kamis (22/8), sebagaimana dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet Republik Indonesia
Eddy Cahyono Sugiarto menambahkan, bahwa pengadaan kendaraan mesti dilakukan karena usia kendaraan telah lebih dari 10 tahun. Sementara, untuk pengadaan mobil dinas baru terakhir dilakukan pada 2005 dan 2009.
Dalam penuturannya, Eddy Cahyono Sugiarto menyatakan mobil dinas yang sekarang digunakan membutuhkan biaya perawatan tinggi sehingga perlu diremajakan dengan pertimbangan teknis. Contohnya faktor keamanan, keandalan, dan biaya pemeliharaan. Disebut terakhir ini, nilainya semakin mahal karena usia pemakaian.
Atas pertimbangan teknis tadi, pengadaan mobil dinas baru dilakukan. Sesuai dengan anggaran yang tersedia, pada 2019 ini Kemensetneg mengadakan kendaraan kelas VVIP Kepresidenan sebanyak 2 (dua) unit melalui Sistem Penunjukan Langsung, mengingat peruntukannya ditujukan kepada pengamanan presiden dan wakil presiden.
Sedangkan 101 unit kendaraan bagi para anggota kabinet 2019-2024 dan pejabat setingkat menteri, serta pimpinan lembaga negara, dilakukan melalui Sistem Tender Umum dengan menggunakan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau online.
"Dalam prosesnya, telah dikonsultasikan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), juga merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 76/PMK.06/2015 tentang Standar Barang dan Standar Kebutuhan Barang Milik Negara Berupa Alat Angkutan Darat Bermotor Dinas Operasional Jabatan di Dalam Negeri," tandas Eddy Cahyono Sugiarto.
Dari hasil tender umum, beberapa penyedia produk memasukkan penawaran, dan dimenangkan PT Astra International Tbk-TSO. Hasilnya adalah pemakaian Toyota Crown 2.5 HV G-Executive sebagai pengganti Toyota Crown Royal Saloon.
Baca Juga: Happytrip: Sebahagia Apa Travelling, Termasuk Bermobil Malam Hari?
Sementara untuk Presiden Joko Widodo dan wakil presiden terpilih, kendaraan akan ditetapkan kemudian.
Dan berbincang soal anggaran untuk pengadaan kendaraan baru, sudah tercantum dalam DIPA 2019 Kemensetneg yang sudah melalui pembahasan dan persetujuan DPR RI, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2019.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Newcastle Turunkan Harga, Arsenal Semakin Dekat Dapatkan Bruno Guimaraes
-
Surya Paloh Pasang Target Tinggi: Yakin Nasdem Bakal Naik di Pemilu 2029
-
Tahan Tangis, Sarwendah Ungkap Perjuangan Nafkahi Anak di Tengah Gugatan Ruben Onsu
-
Putri Pahlawan Nasional Pimpin WPP PPP, Dewi Arimbi Siap Tempur di Pemilu 2029
-
Berkebun di Kota Kini Lebih Hemat, Panel Surya Jadi Solusi untuk Urban Farming
-
Kala Anak Nasabah PNM Mekaar Berkata 'Orang Tua Saya Berjuang di Sawah, Saya Berjuang di Sekolah'
-
Dunia Peanuts Jadi Nyata! Snoopy Siapkan Pengalaman Seru untuk Keluarga dan Penggemar Animasi
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Bawa Modal Rp800 Juta Demi 1 Kg Sabu, Pengedar Asal Gunung Batu Diringkus Polres Cimahi
-
Kejagung Rotasi Pejabat, Rinaldi Umar Ditunjuk Jadi Direktur Penyidikan Jampidsus