Suara.com - Jauh sebelum munculnya mobil Esemka yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu, Indonesia telah lama menggagas adanya mobil nasional.
Salah satu pencetus ide mobil nasional adalah Presiden ketiga Indonesia, BJ Habibie, semasa sebelum Presiden Soeharto turun dari jabatan.
Mobil ini berpotensi menjadi mobil pertama karya anak bangsa, namun sayangnya proyek pengembangan mobil ini dihentikan lantaran presiden saat itu, Soeharto lebih memilih memproduksi mobil Timor sebagai mobil nasional. Mengusung nama Maleo, mobil rancangan BJ Habibie ini berjenis sedan.
Berdasarkan keterangan berbagai sumber, mobil ini dirancang tahun 1996, dan diprediksi bakal memiliki efisiensi bahan bakar yang tinggi serta banderol tidak mahal.
Konon mobil tersebut dipatok harga jualnya agar tidak melebihi Rp 30 juta, agar mobil tersebut sangat terjangkau bagi masyarakat.
Mobil tersebut mengusung kapasitas mesin 1200cc yang dikembangkan dengan perusahaan Australia. Yang spesial dari mobil ini adalah mesin mobil tersebut yang menggunakan teknologi mesin dua tak dengan sistem pengabut bahan bakar injeksi.
Hal tersebut tentu membuat mobil ini mempunyai performa yang sangat bisa diandalkan namun dengan konsumsi bahan bakar yang irit.
Selain itu, mobil ini direncanakan mempunyai tingkat kandungan lokal di atas 80%. Dikutip dari Birminghamlive, mobil ini diprediksi bakal booming mengingat banyaknya penduduk di Tanah Air.
Karena hal tersebut, salah satu produsen mobil asal Inggris MG Rover tertarik bekerja sama terkait pengembangan mobil tersebut.
Baca Juga: Era Mobil Listrik Datang, Bagaimana Nasib Industri Aftermarket?
Namun karena pengembangan mobil tersebut batal, mereka kehilangan salah satu 'kartu as', membuat mereka menjadi bangkrut pada tahun 2005.
Saat ini, pabrik MG Rover di Longbridge , Birmingham, Inggris masih berdiri dan terbengkalai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis