Suara.com - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengaku sudah mengakhiri produksi motor sport naked 150 cc, Yamaha Xabre, di Indonesia. Manager Public Relation YIMM, Antonius Widiantoro mengatakan, fokus Yamaha saat lebih ke MT-15.
Lebih lanjut Anton, yang ditemui di sela peluncuran Yamaha NMax 2020 di Jakarta, Senin (2/12/2019), mengatakan Yamaha Xabre yang masih tersedia di pasaran saat ini adalah sisa dari stok lama.
"Kalau pun masih ada sekarang ya itu stok lama. Kita lebih fokus ke MT-15," kata Anton.
Anton pun membeberkan, keputusan perusahaan untuk menghentikan produksi Yamaha Xabre karena permintaan konsumen yang mulai beralih. Dalam hal ini Anton mengklaim konsumen Yamaha lebih tertarik pada Yamaha MT-15.
"Ya alasannya karena permintaan dan produk terus berkembang. Keinginan konsumen juga berkembang. MT dengan fitur baru dan teknologi lebih baru orang akan ke sana (MT-15)," beber Anton.
Menurut situs resmi Yamaha Indonesia, Yamaha Xabre dipasarkan Rp 30,7 juta dan Yamaha MT-15 lebih mahal, yaitu Rp 35,65 juta. Sementara dua motor sport lain Yamaha, yakni Vixion dilego Rp 27,1 juta - Rp30,815 juta dan Yamaha Byson FI dijual di harga Rp 22,95 juta.
Yamaha Xabre sendiri pertama kali meluncur di Thailand pada Desember 2015, sebelum diboyong YIMM ke Indonesia dan diproduksi di dalam negeri pada Januari 2016.
Sejak pertengahan tahun yang sama YIMM bahkan mulai mengekspor Yamaha Xabre buatan Indonesia ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Vietnam dan Filipina. Sayang, Xabre tak berumur panjang.
Baca Juga: Yamaha Yakin Motor-motor Sportnya Siap Hadang Kawasaki Ninja 250 4-Silinder
Berita Terkait
-
Naksir MT-15 tapi Masih Mahal? Tengok Yamaha Xabre Bekas, Harganya Nggak Bikin Dompet Terkuras
-
Reinkarnasi Yamaha Xabre? Honda CB125 Hornet Siap Guncang Pasar
-
Yamaha MT-15 Diberi Baju Baru, Lebih Agresif di Jalan
-
Update Harga 5 Motor Kopling Yamaha Juni 2024, Bisa Jadi Pilihan Terbaik untuk Beragam Kebutuhan
-
Yamaha MT-15 Tampil dengan Jubah Baru, Warna Makin Sporty
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Mengulas Forest of Noise, Kesaksian Puitis dari Tengah Perang Gaza
-
Tayang 2027, Anime Bertema Musik Studio Cabana Buka Audisi Seiyu Utama Pria
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor