Suara.com - Hyundai Motor Corporation melakukan langkah penarikan ulang atau recall atas produknya yang beredar di Amerika Serikat. Sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara, ada 272 ribu produknya terdampak masalah teknis.
Adapun permasalahannya adalah socket atau stopkontak listrik di dashboard. Dengan kondisi berpotensi menimbulkan panas dan terbakar.
"Penarikan terbaru ini melibatkan Hyundai Elantra dan Sonata yang diproduksi antara 2011 dan 2012. Serta Accent dan Veloster produksi 2012," demikian papar juru bicara perusahaan yang dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Korea, Yonhap, pada Jumat (17/7/2020).
Lebih detail, Hyundai menjelaskan bahwa kondisi panas muncul saat socket kompresor udara di dashboard dipasang untuk waktu lama. Pada beberapa model, kondisi komponen terlalu kencang, sehingga sulit dilepas. Sehingga jika dibiarkan dapat menimbulkan panas.
Hingga kini, telah terjadi sembilan kasus kebakaran terkait kondisi socket yang mengalami pemanasan saat tidak dikendorkan. Beruntung tidak ada korban jiwa. Tujuh dari sembilan insiden terjadi saat menggunakan kompresor udara standar mobil. Sedangkan dua kasus lainnya memakai kompresor buatan aftermarket.
Rencana penanganan recall ini akan dilakukan Hyundai mulai bulan depan, Agustus 2020.
Tag
Berita Terkait
-
Operasi Nasr 2 ke-24 Iran, IRGC Berhasil Bom Tentara AS di Yordania
-
Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump
-
Rudal Iran Terbukti Lebih Canggih dari Pertahanan Militer Amerika, Ini Buktinya
-
Selat Hormuz Lumpuh, Kapal Tanker Bisa Melintas Kalau Punya Ordal di Iran
-
Titik Serangan AS ke Selat Hormuz, Hancurkan Fasilitas Sipil Iran Hingga Krisis Air
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot
-
BBRI Direkomendasikan JPMorgan, Saham Berpotensi Reli Jangka Pendek