Suara.com - Seorang pakar industri otomotif memprediksi setidaknya membutuhkan waktu selama dua tahun bagi produsen mobil di Amerika Serikat (AS) untuk memulihkan angka penjualan pasca diterpa pandemi virus Corona.
Presiden dan kepala eksekutif Pusat Penelitian Otomotif, Carla Bailo mengatakan bahwa dengan kondisi banyaknya pemangkasan karyawan dan penurunan permintaan, industri mobil perlu waktu beradaptasi dan kolaboratif jika penjualan ingin kembali normal.
"Semua orang memperkirakan tahun ini sekitar 13 juta (kendaraan terjual), sebelum COVID-19 kami menjual sekitar 17 juta," kata Carla Bailo kepada The Detroit Free Press.
Namun demikian, lanjutnya, perhitungan ini didasarkan pada pemulihan yang berkelanjutan sepanjang tahun. Jika kembali diterpa masalah baru di musim gugur, tentu perhitungan harus kembali disesuaikan.
"Jadi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua tahun lagi untuk kembali ke kondisi normal," ungkapnya.
Meski terjadi dampak virus Corona di sektor otomotif, industri ini dinilai sangat membantu menyelamatkan nyawa manusia di tengah hantaman pandemi dengan memproduksi ventilator.
Sementara itu, menurut direktur General Motors bidang hubungan pemerintah negara bagian, Brian O'Connell, dampak penutupan pabrik pada awal tahun sangatlah berdampak.
"Penghentian ini berdampak besar pada industri dan perusahaan kami. Dan kami tidak mampu melakukan penutupan," katanya.
Penjualan keseluruhan di seluruh industri turun sekitar 25 persen, juga terdapat 20.000 lebih sedikit pekerjaan di sektor otomotif dibandingkan kuartal kedua tahun sebelumnya.
Baca Juga: General Motors Siapkan Hummer All Electric, Beredar Akhir 2020
Perusahaan seperti General Motors, Ford, dan FCA (FIAT Chrysler Automobiles) saat ini mencoba untuk kembali beroperasi dengan menjalankan protokol ketat COVID-19. Meski demikian, hal ini dianggap tidak akan bisa sepenuhnya efektif seperti sebelum terjadinya pandemi.
"Ini akan terus menjadi masalah. Ini membebani keberlanjutan manufaktur dan cara menjaga jalur produksi agar tetap berjalan," ungkapnya.
Catatan dari Redaksi: Mari bijaksana menerapkan aturan jaga jarak dengan orang lain atau physical distancing, sekitar 2 m persegi, dan selalu ikuti protokol kesehatan tata normal baru. Gunakan masker setiap keluar rumah dan jaga kebersihan diri terutama rutin cuci tangan. Selalu saling dukung dan saling jaga dengan tidak berdiri berdekatan, menggerombol, serta mengobrol, dalam mengatasi pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19. Suara.com bergabung dalam aksi #MediaLawanCovid-19. Informasi seputar Covid-19 bisa diperoleh di Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081-2121-23119
Tag
Berita Terkait
-
Strategi Toyota Indonesia Cetak SDM Unggul Lewat Rahasia Produksi Genba dan Kaizen
-
Purbaya Ungkap 4 Negara Bebas Aturan DHE SDA, Ada AS hingga China
-
Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi
-
Iran Belum Beres, Amerika Mau Sikat Jamaat Nusrat al-Islam wal-Muslimin di Mali
-
3038 WNI Dipulangkan ke Indonesia Sejak Perang AS - Iran Memanas
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim