Suara.com - Aksi Ketua DPR RI Puan Maharani mematikan mikrofon saat sidang pengesahan UU Cipta Kerja menjadi bahan perbincangan publik. Bahkan aksi yang dilakukannya pun dikecam beberapa netizen.
Mereka menyebut kalau aksinya tidak sesuai dengan asas demokrasi yakni kebebasan berpendapat.
Aksi mematikan mikrofon ini berawal saat anggota Fraksi Demokrat, Benny K Harman, menyampaikan pendapat tentang RUU Cipta Kerja ini. Ketika sedang mengemukakan pendapat, mikrofon Benny dimatikan tiba-tiba oleh Puan Maharani.
Aksi ini pun mendapat sorotan dari netizen. Bahkan ada juga beberapa netizen yang salah fokus dengan mikrofon yang dimatikan oleh Puan Maharani saat sidang.
Ternyata mikrofon yang digunakan saat sidang harganya pun tidak main-main lho.
Menurut laporan dari situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR, mikrofon itu masuk dalam tender yang berjudul 'Penggantian Delegate Conference System Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara DPR RI'.
Dalam laporan tersebut, tertulis harga yang digunakan untuk membeli peralatannya tersebut sebesar Rp 74,257 miliar.
Jika dihitung per satuan dengan jumlah anggota DPR RI yang mencapai 575 orang, harganya menjadi Rp 129,143 juta.
Dengan harga tersebut, mikrofon ini bisa disejajarkan dengan sebuah mobil Toyota Avanza bekas yang harganya di situs jual beli online berkisar Rp 120-130 jutaan untuk lansiran tahun 2014-2017.
Baca Juga: Misteri Bisikan Azis Syamsuddin ke Puan Maharani sebelum Drama Mik Mati
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
5 Tone Up Sunscreen untuk Kulit Berminyak: Anti Lengket, No White Cast!
-
Dunia di Ambang Krisis? Ancaman Blokade Laut Houthi Ancam Pasokan Minyak Global
-
Berhari-hari Terombang-ambing, Misteri Jasad Anonim di Perairan Kandang Balak
-
Waspada Kemacetan! Sekitar Kantor BPN Jakarta Pusat dan Gambir Bakal Dipadati Massa
-
4 Jam Tangan Casio Paling Laris yang Stylish, Anti Air, dan Awet Dipakai Bertahun-tahun
-
Rekrutmen hingga Prediksi Karyawan Resign Kini Otomatis Berkat AI HR
-
Bupati Lombok Barat Diciduk KPK, Mendagri Tito: Saya Prihatin, Padahal Sudah Dibina
-
Tsukuru Tazaki Tanpa Warna dan Tahun Ziarahnya: Perjalanan Berdamai dengan Luka Masa Lalu
-
Kena OTT KPK, Bupati Lombok Barat Punya 24 Aset Properti Tersebar di Berbagai Daerah
-
PPA Sulsel: Pelaku Kekerasan Anak Harus Diproses Hukum