Ilustrasi mengisi pelumas mesin mobil (Shutterstock).
Suara.com - Mobil yang irit bahan bakar menjadi salah satu prioritas konsumen dalam membeli mobil. Namun sayang, saat produk sudah ada di tangan. Meski dikenal irit, konsumsi bahan bakar ternyata tetap boros.
Mari kenali, mengapa mobil bisa mengalami boros bahan bakar. Mengutip mobil88, ada beberapa faktor yang membuat mobil jadi ugal-ugalan dalam menenggak sumber tenaga ini.
Ada tiga alasan utama mengapa bahan bakar kendaraan roda empat menjadi boros, yaitu:
Filter Udara Kotor
- Filter udara yang kotor akan menghambat aliran udara saat masuk ke ruang bakar, hal ini dapat menurunkan performa mobil terutama di bagian pacu dan menimbulkan gejala ngelitik (knocking).
Kerak di Ruang Mesin
- Hal ini bisa timbul karena mobil tidak diisi bahan bakar sesuai spesifikasi.
- Bisa juga karena jarang mengganti oli secara rutin, sehingga banyak kerak atau kotoran dari sisa-sisa pembakaran yang tidak dibersihkan oleh pelumas.
- Munculnya kerak ini bisa membuat volume ruang bahan bakar menjadi lebih kecil, sehingga tenaga mesin yang dihasilkan akan semakin berkurang.
Injektor Kotor
- Lubang nozzle injektor bahan bakar yang ada di mobil-mobil modern saat ini dibuat sangat kecil sehingga mudah tersumbat. Akhirnya, pembakaran bahan bakar menjadi tidak sempurna dan bisa mengurangi efisiensi bensin mobil.
- Sumbatan di injektor ini juga bisa disebabkan karena kotornya tangki bahan bakar, atau biasa mengisi BBM ketika kondisi kosong, sehingga kotoran di dasar tangki BBM ikut naik ke ruang mesin.
Tips agar bahan bakar tak boros
Isi Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi
- Pabrikan mobil selalu menganjurkan standar BBM yang dibutuhkan oleh mobil, sesuai spesifikasi mesin mobil itu sendiri.
- Ini alasan mobil yang awalnya irit, tiba-tiba menjadi boros. Tindakan mengganti jenis BBM dengan RON yang lebih rendah akan menyebabkan mesin mobil tidak bisa bekerja dengan baik.
Kebiasaan berkendara
Baca Juga: Berprestasi Cemerlang, Ralf Speth Mengasuh Jaguar Land Rover dan TVS
- Jangan sering menekan pedal gas secara dalam, cukup diurut saja secara perlahan.
- Usahakan juga pindah gigi di bawah 2.000 rpm dan saat melaju di jalan tol kecepatan maksimal tidak lebih dari 100 km per jam.
Komentar
Berita Terkait
-
Apa Penyebab Utama Munculnya Flek Hitam pada Kulit? Ternyata Tak Cuma Paparan Sinar Matahari
-
Menguji Iritnya Honda PCX 160 RoadSync dalam Touring ke Rancabali
-
Mobil Hybrid Mewah yang Bikin Pengeluaran BBM Jadi Lebih Hemat
-
Apakah Mobil 1000cc Kuat di Tanjakan? Ini 5 Rekomendasinya
-
Mobil Bekas Cocok Dipakai Jangka Panjang: 5 Opsi Tunggangan Irit BBM, Konsumsi Kurang dari 15 Km/L
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kulit Glowing Alami Jadi Tren, Dokter Sebut Hidrasi Kunci Perawatan Estetika Masa Kini
-
40 Saksi Diperiksa, Kejari Tulungagung Segera Ungkap Tersangka Korupsi Tanah Griyo Dalem Kanjengan?
-
Jangan Anggap Remeh Meme Prabowo, Pakar Cium Aroma Perlawanan Senyap yang Bisa Meledak
-
Mitsubishi Fuso Akui Penjualan Melonjak Berkat Pengadaan Truk Koperasi Desa Merah Putih
-
PT Bhimasena Power Indonesia Raih LKPM Award Kategori PMA pada Peluncuran BATANG INVESTA
-
BPDP Kucurkan Rp 1,3 T untuk Beasiswa, Tanggung Full Kuliah hingga Biaya Hidup Anak Petani Sawit
-
Pengamat Sebut Pelabelan Londo Ireng Sebagai Upaya Meredam Suara Kritis
-
Bukan Sekadar Menang Trofi, Ini Cerita Atlet Muda Indonesia 'Guncang' Panggung Bulu Tangkis Asia Tenggara
-
Prabowo Masih Pakai Gaya Orde Baru, Kepuasan Publik Anjlok
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam