Suara.com - Aprilia dikabarkan harus menarik kembali atau recall dua produk baru mereka, yaitu Aprilia RS 660, dan Aprilia Tuono 660. Keputusan ini harus dilakukan karena adanya kendala pada batang penghubung akibat pemakaian material kurang baik.
Situasi ini memaksa House of Noale, markas produksi Aprilia di Italia untuk melakukan kampanye penarikan global. Hasilnya, tercatat hampir 700 unit sepeda motor ApriliaRS 660, dan Aprilia Tuono 660 mesti direcall.
Seperti dilansir dari RideApart, komponen kedua model ini tidak diproduksi sesuai spesifikasi pabrik. Sehingga berpotensi menyebabkan kerusakan pada mesin.
Sebagai tindakan pencegahan, Aprilia tidak hanya mengganti batang penghubung yang rusak, namun mengganti seluruh mesin tanpa membebankan biaya perbaikan kepada pelanggan.
Setelah pekerjaan penarikan kembali, merek ini juga akan memperbarui garansi pabrik pada sepeda yang terkena dampak.
Sementara itu, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) belum menerbitkan penarikan resmi. Sampai sekarang, badan keselamatan jalan raya Amerika Serikat itu baru melaporkan satu keluhan pelanggan dari pemilik Aprilia RS 660 di Austin, Texas.
Dokumen laporan mengungkapkan bahwa pemilik sedang mengendarai motornya dalam kecepatan 120 km per jam. Saat itu motor mulai mengeluarkan suara getaran yang tidak normal dan di saat yang sama lampu peringatan alarm juga ikut menyala.
Merespon hal ini, diler Aprilia setempat sempat mengkonfirmasi bahwa batang penghubung yang patah menyebabkan mesin tidak dapat bekerja dengan baik.
Namun karena belum ada penarikan resmi yang dikeluarkan di Amerika Serikat, pemilik dapat memeriksa status Aprilia RS 660 atau ApriliaTuono 660 mereka. Caranya memasukkan nomor motor pada website resmi perusahaan untuk mengetahui apakah motor miliknya juga ikut terdampak.
Baca Juga: Hadir di China, Ini Keistimewaan Motor Sport 250cc Racikan Aprilia
Berita Terkait
-
Puluhan Ribu Xpeng X9 Kena Recall Akibat Masalah Suspensi Udara Begini Nasib Unit di Indonesia
-
Bahaya Suspensi Ambles Saat Melaju Puluhan Ribu Xpeng X9 Kena Recall
-
Bahaya Kebakaran Mengintai Ratusan Ribu Unit Pengguna BMW dan Toyota Supra
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Bahaya Kebakaran Baterai Paksa Hyundai dan Kia Lakukan Recall Ioniq 5 dan EV9
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan