Suara.com - Toyota, pada Selasa (1/3/2022), mengumumkan bahwa semua pabriknya di Jepang akan beroperasi kembali pada Rabu (2/3/2022). Belasan pabrik Toyota di Jepang sempat berhenti beroperasi pada awal pekan ini karena jadi korban serangan siber.
Seperti diwartakan kantor berita Kyodo, 14 pabrik Toyota di Jepang akan kembali beroperasi pada Rabu, hari ini. Termasuk dalam 14 pabrik itu adalah fasilitas produksi Hino, merek mobil niaga milik Toyota dan Daihatsu.
Sebanyak 14 pabrik itu memiliki 28 line produksi dan kapasitas per hari mencapai 13.000 unit kendaraan atau 5 persen dari total produksi per bulan Toyota di Jepang.
Dari 14 pabrik itu, dua di antaranya adalah milik Hino yang terletak di Tokyo dan Prefektur Ibaraki. Juga termasuk di dalam pabrik yang terdampak peretasan itu adalah milik Daihatsu yang terletak di Kyoto.
Juru bicara pemerintah Jepang, Hirokazu Matsuno, sebelumnya mengatakakan bahwa penghentian produksi di 14 pabrik Toyota disebabkan oleh peretasan atau serangan siber.
Pemerintah Jepang sendiri telah memperingatkan perusahaan-perusahaan untuk mewaspadai serangan siber, setelah Rusia menginvasi Ukraina pada pekan lalu.
Apa lagi Jepang adalah salah satu negara yang telah menjatuhkan sanksi ekonomi berat terhadap Rusia, mengikuti para sekutunya di Eropa Barat dan Amerika Serikat.
Serangan siber itu sendiri menyasar Kojima Industries, salah satu pemasok komponen Toyota. Kojima sudah mengakui bahwa sistem komputernya menjadi korban serangan siber.
Meski demikian hingga saat ini baik Toyota maupun pemerintah Jepang belum mengungkap pihak mana yang telah melancarkan serangan siber tersebut.
Berita Terkait
-
Dominasi Toyota di Pasar Hybrid Indonesia Belum Terbendung Meski Digempur Kehadiran Produk China
-
Daftar 5 Mobil Bekas Irit BBM yang Bisa Jadi Alternatif Mobil Hybrid
-
Nasib Merek Mobil Jepang Terancam, Toyota Ajak Honda Hingga Nissan Bersatu Hadapi Mobil China
-
Daftar Mobil Terlaris Segmen LSUV Semester Satu 2026, Seberapa Dominan Rush dan Terios?
-
Pasar Eropa Jadi Senjata Utama BYD Geser Toyota Setelah Amerika Serikat Tutup Pintu
Terpopuler
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 6 Cara Membedakan Jam Tangan Seiko Asli atau Palsu, Biar Tidak Tertipu saat Beli
- 11 Pilihan HP Murah Bujet Rp1-2 Juta, Spek dan Performa Terbaik untuk Multitasking
- 4 HP dengan Baterai 8000 mAh Plus Tahan Hingga 2 Hari, RAM 8 GB Cocok Buat Ojol
- Daftar Tim Super League Paling Banyak Rekrut Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Mengapa Produk 'Tanpa Bahan Kimia' Kini Jadi Ladang Bisnis Menjanjikan
-
Prediksi Pencetak Gol Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Perseteruan Wakil Rakyat, Polda Riau Turun Tangan Periksa CCTV
-
Keciduk CCTV! Pria di Tambora Gasak Motor Teknisi WiFi yang Kuncinya Tergantung Demi Biaya Hidup
-
Analisis Taktik Mendalam Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
-
Beri Kail Bukan Ikan: Inspirasi Cinta Laura Biayai Kuliah Asisten Pribadinya
-
Tahan untuk Beli, Harga Emas Antam Berpotensi Naik Pekan Depan
-
Tiki-Taka vs Sihir Messi: Prediksi Pertarungan Sengit Final Spanyol vs Argentina
-
Bukan Sekadar Rapuh: Membedah Stigma "Generasi Strawberry" pada Gen Z
-
Bahlil Sebut Antrean BBM di Sumatera Bukan Stok Habis, tapi Sopir Tangki Mogok