Suara.com - Harga Pertamax telah mengalami kenaikan. Bila sebelumnya Rp 9.000 sampai Rp 9.400 per liter, kini menjadi Rp 12.500 sampai Rp 13.500 per liter. Jadi, jika awalnya Rp 30.000 bisa mengisi full tank, sekarang hanya bisa mengisi untuk 2L.
Ini saatnya menjaga sepeda motor lebit irit dalam penggunaan bahan bakar. Memang ada sebagian motor yang sudah disetting irit dari pabrikan, namun tak sedikit juga motor yang sangat boros dalam penggunaan bahan bakar.
Nah, bagaimanakah cara mengakali motor menjadi lebih irit?
Perlu diketahui, ada beberapa bagian motor yang perlu disetting agar tidak terlalu banyak makan BBM.
Mengutip laman Wahana Honda, jika tidak bisa dilakukan sendiri, bawalah motor ke bengkel dan mintalah untuk mengatur beberapa bagian di bawah ini:
Pengaturan karburator
Pada sepeda motor sistem karburator, bagian ini merupakan part penting untuk membuat motor irit. Pasalnya di bagian inilah BBM akan ditampung sebelum akhirnya menjadi bahan pembakaran.
Pada bagian karbu terdapat pelampung yang memiliki fungsi sebagai pengatur sedikit banyaknya bensin yang masuk ke bagian reservoir.
Dengan mengatur pelampung yang sempit, bensin yang akan masuk semakin sedikit. Secara otomatis motor jadi lebih irit. Akan tetapi, jika dalam pengaturannya terlalu sempit, maka justru motor akan tersendat-sendat karena kekurangan pasokan BBM yang seharusnya terpenuhi. Maka pengaturan pada bagian ini harus dilakukan secara teliti dan presisi.
Baca Juga: Yamaha Tawarkan Paket Aksesori untuk R125, Bikin Tampilan Semakin Kuat Gaya Racer
Atur gas
Saat berkendara, sangat tidak dianjurkan untuk menggeber gas secara mendadak. Karena jika gas ditarik secara mendadak, bahan bakar yang masuk dalam proses pembakaran di dalam mesin juga akan semakin banyak. Hal tersebut akan membuat motor lebih boros.
Amati klep
Dalam proses pembakaran yang menghasilkan kekuatan mesin ketika berjalan, klep punya peranan sangat penting. Semburan dari bahan bakar sebelum diolah menjadi tenaga mesin, awal mulanya berasal dari bagian klep ini.
Untuk membuatnya menjadi irit, bisa diatur kerapatan klep. Atur saja pada posisi yang memungkinkan klep masih bisa menyemburkan bensin secara ideal. Namun jangan terlalu rapat, karena bensin tidak akan menyembur yang mengakibatkan motor malah tidak bisa berjalan.
Perhatikan oli
Berita Terkait
-
Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya
-
Beli Pertalite Tak Lagi Bebas, Bakal Ada Aturan Baru
-
Motor Listrik Nasional Buatan Anak Bangsa Siap Meluncur, Ini Bocorannya
-
Usulan Sudah Sampai Pertamina, Harga BBM Pertamax Segera Turun
-
Mengejar Pajak Motor Sampai Pertamina, Giliran Koruptor Hanya Kias Semata
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim