Suara.com - Honda melakukan penarikan kembali atau recall lebih dari 300.000 unit kendaraan di Amerika Serikat karena masalah sabuk pengaman untuk model Accord dan HR-V.
Menurut keterangan Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA), Honda Accord dan HR-V terdamapak merupakan model produksi model tahun 2023-2024.
Penyebabnya karena hilangnya bagian pada pretensioner sabuk pengaman depan yang dapat meningkatkan risiko cedera dalam kecelakaan.
Fungsi pretensioner sangat vital dalam mencegah risiko cedera karena sistem ini dengan cepat menarik seatbelt saat terjadi tabrakan dan efektif menahan gaya dorong penumpang.
Melansir Carscoops, Selasa (28/11/2023), NHTSA mengungkapkan pretensioner pada Accord dan HR-V mungkin tidak dilengkapi dengan pengait yang menahan quick connector dan wire plate. Hal ini dapat mengakibatkan bagian penumpang sulit dikendalikan dengan baik saat terjadi kecelakaan.
Dalam hal ini komponen sabuk pengaman yang tedapat pada Honda Accord dan HR-V dibuat oleh Joyson Safety Systems. Permasalahan ini pertama kali ditemukan pada bulan Mei 2023.
Honda kemudian menerima komponen terdampak pada bulan September dan memulai penyelidikan, yang akhirnya diputuskan untuk melakukan recall.
Produsen mobil asal Jepang ini juga telah mendapat tujuh laporan klaim garansi terkait masalah sabuk pengaman. Namun sejauh ini belum terdapat laporan cedera atau yang menyebabkan kematian.
Pemilik kendaraan dengan model terdampak diminta untuk segera datang ke bengkel resmi Honda untuk melakukan perbaikan.
Baca Juga: Harga Honda Scoopy 2023 Lengkap dengan Spesifikasinya
Honda memperkirakan hanya ada 1 persen dari 303.770 unti kendaraan yang terkena dampak. Namun jumlah tersebut masih sekitar 3.038 unit.
Berita Terkait
-
Harga Honda Scoopy 2023 Lengkap dengan Spesifikasinya
-
Terungkap! Bos Ducati Ternyata Tak Inginkan Kepindahan Marc Maquez ke Timnya
-
Honda Perkenalkan "Revo" Baru 2024, Apa yang Spesial?
-
Bos Dorna Wacanakan Ubah Aturan MotoGP Demi Selamatkan Honda dan Yamaha
-
Daftar Harga Honda Scoopy Terbaru, Mulai Dari Rp 21 Juta
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis