Suara.com - Official test MotoGP 2024 di Doha, Qatar menjadi persiapan terakhir bagi para kontestan sebelum terjun di seri pertama tahun ini. Tidak terkecuali Pertamina Enduro VR46 Racing Team. Kedua rider masuk 12 besar klasemen rider sementara
Dikutip dari rilis resmi Pertamina Enduro VR46 Racing Team sebagaimana diterima Suara.com, Doha menjadi “pelabuhan terakhir” bagi tim milik Valentino Rossi yang disponsori Pertamina Lubricants itu sebelum dikirim berlaga sepanjang kalender balap MotoGP 2024.
Sederet settingan dikembangkan dan strategi dimatangkan bersama duet Fabio Di Giannantonio dengan nomor start 49, serta Marco Bezzecchi nomor start 72.
Di trek dengan setup dasar yang sangat mirip seperti diterapkan di Sepang, Diggia menyelesaikan 41 lap dan mencatat waktu yang baik 1:52.467, atau berarti selisih hanya empat persepuluh dari pembalap teratas (Francesco Bagnaia, 1:52.040).
Tak pelak, Fabio Di Giannantonio masuk Top 5, sedangkan Bezz atau Marco Bezzecchi masuk di urutan ke-11 dalam klasemen gabungan.
“Saya sangat senang dengan tes hari pertama ini, penting untuk memulai dari sensasi yang sama seperti di Malaysia dan kami berhasil,” jelas Fabio Di Giannantonio.
Ia menambahkan menggunakan ban bekas dalam memilih kompon yang akan digunakan selama balapan nanti.
“Selasa kami akan fokus kepada beberapa detail, yang jelas kami dalam kondisi bagus dan saya puas,” tandasnya.
Senada Marco Bezzecchi, yang menyatakan hasil menarik untuk pencapaian hari lalu.
Baca Juga: Bathurst 12 Hours: Valentino Rossi Bawa Kejutan di Hari Ulang Tahunnya
“Dibandingkan dengan Malaysia, saya memiliki perasaan yang baik dan kecepatannya juga mirip dengan rider lain, meski perolehan belum nyata di bagian klasemen,” ujar Bezz.
“Jatuh dia kali di Sepang, saya tidak ingin banyak bicara, selain membuat langkah maju yang baik dalam pengereman,” lanjut Marco Bezzecchi.
Kedua rider Pertamina Enduro VR46 Racing Team itu sepakat, dalam kejuaraan seri perdana 2024 yang akan dimulai kurang tiga pekan lagi (8-10 Maret) mereka menaruh perhatian mendalam terhadap detail sepeda motor tunggangan mereka.
Berita Terkait
-
Review dan Tes Infinix Hot 40 Pro RAM 12 GB, HP Rp2 Jutaan Beneran Kuat Main Game Berat?
-
WeTV Indonesia Hadirkan Serial 12 IPA 4, Drama Remaja yang Penuh Konflik dan Harapan
-
5 HP RAM 12 GB Termurah Mulai Rp2 Jutaan, Kencang untuk Gaming dan Edit Video
-
Ledakan Keras Guncang Doha Qatar!
-
Belajar dari Masa Lalu, Dodhy Kangen Band Siapkan Skoci Lewat Band Baru Setengah 12
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas