Suara.com - Produsen motor legendaris Amerika, Harley-Davidson, menghadapi pukulan telak setelah dijatuhi denda sebesar 287 juta dolar AS (sekitar Rp4,5 triliun) dalam kasus kecelakaan fatal yang melibatkan model Tri Glide mereka. Insiden yang terjadi pada tahun 2020 ini menjadi sorotan serius dalam industri otomotif global.
Dilansir dari Rideapart, kecelakaan tragis ini menimpa pasangan Harold Morris dan Pamela SinClair saat berkendara di dekat perbatasan New York-Pennsylvania.
Motor Tri Glide yang mereka kendarai mengalami kendala teknis, menyebabkan kendaraan keluar jalur dan berakhir dengan kecelakaan fatal. SinClair kehilangan nyawa, sementara Morris mengalami cedera serius.
Investigasi mengungkapkan bahwa kecelakaan disebabkan oleh cacat pada sistem kontrol traksi. Tim hukum berhasil membuktikan bahwa Harley-Davidson mengambil jalan pintas dalam proses pengembangan dan pemasaran sepeda motor roda tiga mereka, mengabaikan aspek keselamatan yang krusial.
Putusan pengadilan ini bukan sekadar tentang nominal denda yang fantastis. Morris, sang penggugat, menekankan bahwa tujuan utama gugatan adalah meminta pertanggungjawaban Harley-Davidson dan mencegah tragedi serupa terulang. Kasus ini menjadi fokus penting dalam industri otomotif tentang pentingnya standar keselamatan produk.
Meskipun Harley-Davidson belum mengungkapkan jumlah pasti unit Tri Glide yang diproduksi, kasus ini memaksa industri otomotif untuk mengevaluasi ulang standar keselamatan dan proses pengembangan produk mereka.
Transparansi dan keamanan konsumen harus menjadi prioritas utama dalam pengembangan kendaraan masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Atasi Sampah Kabupaten Bogor, PSEL Galuga Siap Dibangun di Atas Lahan Kopassus
-
Kemarau Ekstrem Bikin Warga Krisis Air, Negara Tak Boleh Diam
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?