Suara.com - Ford baru-baru ini membantah laporan bahwa sistem komputernya mengalami peretasan dan data ribuan pelanggannya telah dibocorkan.
Kabar mengenai serangan sukses hacker ini mulai muncul setelah seseorang dengan nama pengguna @EnergyWeaponUser mengklaim di situs BreachForums bahwa mereka berhasil mengakses informasi pribadi lebih dari 44.000 pelanggan Ford.
Kebocoran yang diduga tersebut dilaporkan mencakup nama, lokasi, dan detail tentang produk Ford yang dibeli oleh pelanggan tersebut.
Poster di forum tersebut bahkan menawarkan data ini kepada pengguna lain dengan harga delapan kredit, yang menurut Cyber Insider setara dengan "memberikan secara gratis" karena biayanya yang sangat rendah.
Hal ini menunjukkan bahwa tujuan peretas kemungkinan besar hanya untuk merusak citra dan reputasi publik Ford daripada mencari keuntungan finansial yang besar.
Penyangkalan dari Ford
Namun, Ford menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran sistem atau data pelanggan yang terjadi. "Penyelidikan Ford telah menentukan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap sistem atau data pelanggan Ford," kata juru bicara Ford seperti dilansir dari Carscoops.
"Masalah ini melibatkan pemasok pihak ketiga dan sejumlah kecil alamat bisnis dealer yang tersedia secara publik. Kami memahami bahwa masalah ini sekarang telah diselesaikan."
Ford adalah produsen mobil kedua yang kerentanannya dipertanyakan bulan ini. Minggu lalu, dilaporkan bahwa sistem infotainment Mazda Connect dapat terekspos malware, yang berpotensi memungkinkan sistem keselamatan mobil dikompromikan. Namun, peretas membutuhkan akses ke port USB mobil untuk melakukannya.
Baca Juga: Amankah Mobil Listrik Wuling Air ev Dipakai Untuk Harian?
Mazda menanggapi laporan ini dengan mengatakan bahwa mereka menyadari kerentanan tersebut tetapi percaya pelanggan tidak perlu terlalu khawatir.
"Mazda sadar akan kerentanan yang dijelaskan dalam beberapa artikel. Meskipun Mazda tidak menanggapi tindakan dan detail spesifik, Mazda terus mengembangkan teknologi dan menerapkan tindakan untuk mengatasi kerentanan dalam sistem guna melindungi keselamatan dan aset pelanggan. Kami menghindari menanggapi detail tentang tindakan tersebut."
Berita Terkait
-
Amankah Mobil Listrik Wuling Air ev Dipakai Untuk Harian?
-
GR 86 Malfungsi Mesin di Usia Dini, Toyota Digugat
-
Dari Culun Jadi Garang: Transformasi Ekstrem Suzuki S-Presso Layak untuk Dicontek
-
Mewahnya Kunjungan Prabowo ke London, Dikawal Mobil Senilai Rp 7,3 Miliar
-
Bergaya ala Sultan dengan Modal Pas-pasan, Simak 3 Mobil Premium Bekas yang Bisa Jadi Pilihan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dirjen Bea dan Cukai Bongkar Peredaran 20 Ribu Botol Miras Legal, Selamatkan Uang Negara Rp 2 M
-
6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR
-
Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan
-
Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur