Suara.com - QJMotor Indonesia mengatakan akan memberikan lebih banyak pilihan di pasar motor 250cc Indonesia. Pabrikan roda dua asal Tiongkok itu menegaskan pihaknya akan memberikan solusi untuk konsumen Indonesia yang selama ini terkendala harga saat ingin membeli motor 250cc.
VP Branding & Marketing Communication PT QJMotor Industry Indonesia Budi Kurniawan mengatakan pihaknya telah mempelajari pasar motor di Indonesia dan yakin bisa memberikan motor 250cc dengan harga lebih terjangkau.
"Kalau kita melihat market 250 cc, kalau kita ngomong dari tenaganya, orang pasti mau. Tapi kendala dari sisi harga dan faktor lain," terang Budi dalam obrolan pada akhir Maret kemarin.
Lebih lanjut ia mengatakan QJMotor hadir untuk memberikan lebih banyak pilihan di segmen 250cc di Tanah Air.
"Kita coba tawarin motor dengan tenaga 250 cc, tapi dengan segmen dan jenis yang berbeda-beda. Kita mau menjelaskan bahwa motor 250 cc itu marketnya luas," sambung Budi.
Ia juga menerangkan bahwa QJMotor juga sedang mempelajari pasar motor full faring dan naked di kelas 250cc di Indonesia.
"Kita lagi mempelajari faring dan naked bike 250cc. Kita ada rencana ke sana. Cuma saya enggak tahu kapan. Tim kita lagi mempelajari marketnya," beber dia.
Incar Pasar Motor 250cc
QJMotor sendiri sudah memiliki 4 model di Indonesia, dua di antaranya bermain di segmen 250cc. Keempat motor QJMotor itu adalah SRK 800 RR, SRV 600 V, SRV 250 AMT, dan FORT 250.
Baca Juga: QJMotor Indonesia Mulai Kirim Motor ke Konsumen
Empat motor ini dijual dengan harga lebih miring, jika dibandingkan dengan pesaing dari merek lain.
Harga FORT 250, misalnya, hanya Rp 49,9 juta di Indonesia, jauh lebih murah dibanding Yamaha XMax yang kini sudah mencapai Rp 73 juta. Bahkan cruiser matic SRV 250 AMT juga masih jauh lebih murah dari XMax dengan harga Rp 59,9 juta.
Setelah memperkenalkan 4 model pertamanya, QJMotor di sisa tahun ini akan meluncurkan lagi model yang lain. Dalam waktu dekat, merek asal Tiongkok itu akan membawa 2 motor yang menyasar segmen adventure.
Uniknya motor adventure yang dibawa QJMotor itu akan memiliki opsi transmisi matik juga.
“Ini dua dari empat yang akan kita perkenalkan di Semester II 2025,” kata Budi.
Meski demikian Budi belum mengungkap kapan tepatnya dua motor baru tersebut akan diluncurkan di Indonesia.
Berita Terkait
-
QJMotor Luncurkan Motor Adventure di Indonesia dalam Waktu Dekat
-
Terungkap! Alasan QJMotor Ogah Bawa Motor Listrik ke Indonesia, Padahal...
-
QJMOtor Sudah Realisasikan Investasi Rp 82 Miliar untuk Bangun Pabrik di Cikarang
-
Harga Lebih Murah dari Xmax, Motor Ini Tawarkan Desain Mirip Harley Davidson
-
QJMotor Indonesia: Produk Otomotif China Tak Lagi Murahan, Harganya Lebih Masuk Akal
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?
-
Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI