Aroma apek di kabin seperti ini sulit dihilangkan meskipun sudah dibersihkan atau dipakaikan pengharum.
2. Periksa Kabel dan Panel
Lihat bagian kabel dan celah panel, terutama di bawah dashboard atau jok. Jika ada lumpur, sisa kerak air, atau kabel terlihat tidak rapi seperti bekas bongkar-pasang, patut dicurigai.
"Kabel dan panel, terutama celah-celah panel, akan menjadi petunjuk (mobil bekas banjir)," jelas Fitra Eri.
3. Panel Bodi Tersembunyi
Bagian seperti celah bagasi, bawah karpet bagasi, sudut pintu dan area ban serep bisa menyimpan sisa lumpur.
Area tersembunyi ini jarang dibersihkan secara menyeluruh setelah mobil kebanjiran.
"Di ban serep ini, Anda akan melihat ada jejak-jejak lumpur juga di sini kalau mobil itu bekas kebanjiran," ungkap Fitra Eri.
4. Periksa Karat Tidak Wajar
Baca Juga: Mobil Listrik Terbakar di Jalan? Ini Langkah yang Wajib Dilakukan
Mobil usia di bawah 10 tahun seharusnya belum menunjukkan tanda-tanda karat parah.
Jika Anda menemukan karat di baut bawah jok, engsel pintu, atau kolong, bisa jadi itu sisa rendaman air.
5. Cek Lampu
Reflektor lampu yang menguning atau berkabut bisa menandakan kelembapan tinggi atau air pernah masuk.
Selain itu, pencahayaan yang redup juga bisa disebabkan oleh komponen lampu yang rusak karena air.
Sebagaimana dikatakan Mas Boy, "Kalau mobil bekas kena banjir, lampu ini akan menguning, warnanya akan pudar dari warna aslinya."
7. Cek Sistem Kelistrikan
Perhatikan warna oli transmisi atau mesin. Bila berwarna keputihan atau seperti susu, ini menunjukkan oli bercampur air.
Sistem kelistrikan juga bisa bermasalah, misalnya power window atau wiper tidak stabil.
8. Pertimbangkan Domisili
Periksa alamat pemilik sebelumnya. Jika mobil berasal dari daerah rawan banjir, kemungkinan mobil pernah terendam cukup tinggi.
"Anda bisa melihat di STNK, apakah alamat di STNK itu alamat yang riskan banjir atau tidak," saran Fitra Eri.
Misalnya, Jakarta yang jadi kota langganan banjir. Hal ini bisa menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan membeli mobil bekas dari daerah tersebut.
9. Cek Riwayat Perbaikan
Minta catatan servis resmi atau periksa riwayat perbaikan. Jika ada perbaikan besar dalam waktu berdekatan—seperti perbaikan kelistrikan atau interior—bisa jadi mobil pernah terendam air.
10. Cek Kaki-Kaki
"Sempatkan juga untuk melihat kaki-kaki mobil bekas incaran Anda karena di dalam kaki-kaki ini juga bisa tersimpan jejak bekas banjir," Fitra Eri menekankan.
Suspensi yang mengeluarkan bunyi mencicit saat naik turun bisa menjadi tanda karat atau pelumasan yang terganggu air.
Kaki-kaki mobil bekas yang terendam banjir juga biasanya terasa lebih keras atau tidak stabil.
Apakah Mobil Bekas Banjir Aman Dibeli?
Mobil bekas banjir sebenarnya masih bisa digunakan, tetapi risikonya cukup besar, terutama jika kerusakan akibat air tidak ditangani dengan benar.
Air yang masuk ke dalam kabin atau mesin bisa menyebabkan gangguan pada sistem kelistrikan, muncul karat di bagian tersembunyi, serta menurunnya performa jangka panjang.
Meskipun mobil terlihat bersih dan rapi, dampak banjir sering kali muncul belakangan dalam bentuk masalah elektronik, lampu, atau kaki-kaki.
Jika Anda tetap ingin membeli, pastikan mobil sudah direkondisi secara menyeluruh oleh bengkel terpercaya, disertai garansi.
Namun secara umum, membeli mobil bekas banjir sebaiknya dihindari kecuali Anda benar-benar paham kondisi mobil dan siap menanggung biaya perbaikannya di kemudian hari.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Mobil Listrik Terbakar di Jalan? Ini Langkah yang Wajib Dilakukan
-
Bukan Avanza! Ini 5 Mobil Bekas Jenis MPV Mesin 1500cc: Irit Bertenaga, Kabin Ekstra Lega
-
5 Mobil Bekas Tahun Muda, Harga Tak Sampai Rp150 Jutaan: Mesin Irit, Onderdil Mudah, Pajak Enteng!
-
6 Mobil Bekas Asal Amerika di Bawah Rp 80 Juta: Tampilan Gagah, Muat Keluarga Kecil
-
6 Mobil Bekas di Bawah Rp 85 Juta di Jogja: Tahun Muda, Masih Mulus untuk Keluarga
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA