- Mesin 1NZ-FE legendaris tawarkan performa tangguh dan konsumsi BBM irit hingga 18 km/liter.
- Harga bekas stabil mulai Rp 80 jutaan, solusi cerdas untuk mobil pertama atau keluarga muda.
- Desain timeless dan sparepart melimpah membuat biaya perawatan Yaris Bakpao sangat terjangkau.
Suara.com - Siapa bilang mobil bekas tahun tua itu menyusahkan? Bagi pemburu mobil pertama atau mahasiswa yang ingin tampil gaya tanpa bikin kantong bolong, Toyota Yaris generasi pertama atau yang akrab disapa "Yaris Bakpao" adalah pengecualian.
Meski sudah lebih dari satu dekade mengaspal, hatchback bertubuh bulat ini menolak tua. Julukan "Bakpao" yang melekat karena desainnya yang curvy dan plump justru membuatnya terlihat timeless dan tetap eye-catching di parkiran mal sekalipun.
Namun, daya tariknya bukan cuma soal tampang. Di balik kap mesinnya, tersimpan alasan kenapa mobil ini masih diburu di tahun 2026 dengan harga mulai Rp80 jutaan.
Mengapa Yaris Bakpao Masih Jadi Primadona?
1. Mesin Bandel yang "Haram" Rusak
Yaris Bakpao dibekali mesin legendaris berkode 1NZ-FE 1.500cc VVT-i. Mesin ini terkenal "badak", minim perawatan, dan sparepart-nya bisa ditemukan mulai dari bengkel resmi hingga bengkel pinggir jalan. Tenaga 109 PS yang dihasilkan sangat lebih dari cukup untuk meliuk-liuk di kemacetan kota.
2. Efisiensi BBM Juara
Ini dia poin kuncinya. Di tengah harga bensin yang fluktuatif, Yaris Bakpao menawarkan efisiensi luar biasa. Penggunaan dalam kota bisa mencapai 11-13 km/liter. Jika Anda membawanya keluar kota atau masuk tol dengan kaki yang "sopan", angka 17-18 km/liter bukan hal mustahil. Irit banget, kan?
3. Kabin Lega di Balik Bodi Mungil
Baca Juga: 4 Poin Penting Sebelum Beli Hatchback Bekas, Yaris atau Jazz yang Lebih Bandel Mesinnya?
Jangan tertipu luarnya. Kabin Yaris Bakpao terasa lega berkat desain dashboard yang landai dan banyak ruang penyimpanan (laci-laci) unik. Cukup untuk membawa 5 orang dewasa, mobil ini juga sangat mumpuni dijadikan andalan mudik keluarga muda.
Simulasi Biaya Kepemilikan (Ownership Cost)
Membeli mobil bekas tentu harus memikirkan biaya setelah meminang. Berikut adalah estimasi biaya kepemilikan Yaris Bakpao (Tahun 2011) agar Anda punya gambaran jelas:
- Pajak Tahunan (PKB):
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, pajak Yaris Bakpao 2011 berkisar antara Rp 2.000.000 hingga Rp 2.600.000 per tahun (tergantung tipe E/S/TRD dan progresif). Angka yang sangat bersahabat dibandingkan mobil baru.
- Biaya Servis Rutin:
Ganti oli mesin (3-4 liter) + filter oli berkisar Rp450.000 - Rp600.000 per 5.000/10.000 km.
- Konsumsi BBM Bulanan (Estimasi):
Jika penggunaan harian 30 km (900 km/bulan) dengan asumsi konsumsi 1:12 (Pertalite), biaya BBM hanya sekitar Rp750.000 - Rp800.000 per bulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil