- DFSK berencana meluncurkan kendaraan ramah lingkungan terbaru jenis New Energy Vehicle di Indonesia pada semester kedua tahun ini.
- Detail spesifikasi dan nama model baru tersebut masih dirahasiakan oleh manajemen PT Sokonindo Automobile saat ini.
- DFSK sebelumnya telah memperkenalkan Aito M9, SUV mewah kolaborasi dengan Huawei, dengan jarak tempuh hingga 1.239 km (EREV).
Suara.com - Pasar otomotif Tanah Air akan segera kedatangan pilihan baru dari segmen kendaraan ramah lingkungan. DFSK kembali merencanakan untuk meluncurkan kendaraan terbaru mereka di pasar Indonesia pada semester kedua tahun ini.
Meskipun identitas model tersebut masih dirahasiakan, pabrikan otomotif asal China ini memastikan bahwa produk tersebut masuk dalam kategori New Energy Vehicle (NEV).
Langkah strategis ini mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung era elektrifikasi di Indonesia. Hingga saat ini, pihak manajemen masih menyimpan rapat detail spesifikasi maupun nama model yang akan diperkenalkan kepada publik.
“Kamia berencana untuk meluncurkan kendaraan itu di semeter kedua tahun ini. Hanya, saya belum bisa memberikan kutipan terkait kendaraan NEV. Nanti, teman-teman media yang pertama mengetahui kendaraan itu,” kata Director of Sales Center PT Sokonindo Automobile Cing Hok Rifin, di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Pernyataan tersebut diperkuat oleh CEO PT Sokonindo Automobile Alexander Barus. Beliau mengisyaratkan bahwa kendaraan masa depan ini akan menjadi kejutan bagi konsumen Indonesia yang mencari teknologi mobilitas terbaru.
“Ini kan masih tertutup ya kalau lihat dari gambarnya, jadi ya kita tutup dulu saja. Nanti kalau sudah waktunya teman-teman media yang pertama kali kita undang untuk melihat lebih dekat,” ujar dia.
Sebelumnya, DFSK sempat mencuri perhatian lewat pengenalan Aito M9 di berbagai ajang pameran. Aito M9 merupakan SUV mewah full-size 6-seater hasil kolaborasi dengan raksasa teknologi Huawei. Kendaraan ini dibekali teknologi canggih seperti kecerdasan artifisial (AI).
Secara dimensi, Aito M9 tampil gagah dengan panjang 5.230 mm dan jarak sumbu roda 3.110 mm. Interiornya menawarkan kemewahan dengan balutan kulit Nappa serta fitur Zero Gravity Seat. Teknologi layar juga menjadi daya tarik utama dengan hadirnya tiga layar besar di area dasbor termasuk layar penumpang berukuran 16 inci.
Dari sisi performa, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 630 km berdasarkan metode WLTC. Selain versi elektrik murni, tersedia juga versi Extended Range Electric Vehicle atau EREV yang mampu menjelajah hingga 1.239 km berkat bantuan mesin pembakaran internal sebagai generator.
Baca Juga: JAECOO Aneka Karawaci Resmi Beroperasi Perkuat Jaringan SUV Premium di Tangerang
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!
-
Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani
-
Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat
-
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
-
Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup