Suara.com - Mencari mobil Fronx bekas kini mulai dilirik karena modelnya masih tergolong baru, namun sudah ada unit second dengan harga lebih terjangkau.
Banyak calon pembeli tertarik karena desainnya modern, irit BBM, dan biaya kepemilikan yang masih masuk akal untuk kelas SUV kompak.
Menariknya, meski belum terlalu banyak di pasar, Anda sudah bisa menemukan mobil bekas satu ini dengan selisih harga sekitar Rp20–40 juta dari harga barunya.
Namun sebelum membeli, penting untuk memahami perbedaan tiap varian, mulai dari spesifikasi, konsumsi BBM, hingga pajak tahunannya.
Suzuki Fronx GL
Sebagai varian paling dasar, mobil ini menggunakan mesin 1.5L K15B berkapasitas 1.462 cc dengan tenaga sekitar 99–103 hp dan torsi 138 Nm.
Transmisi tersedia manual dan otomatis dengan sistem penggerak roda depan, cocok untuk penggunaan harian di dalam kota.
Untuk konsumsi BBM, varian non hybrid ini rata rata berada di angka 14–18 km per liter dalam kondisi kombinasi, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
Pajak tahunannya berkisar Rp3,1–3,6 juta.
Harga bekas saat ini berada di kisaran Rp230–250 juta dengan kilometer 5.000–20.000 km. Saat membeli, Anda perlu memastikan kondisi kaki kaki, kampas rem, serta riwayat servis berkala agar tidak ada biaya perbaikan besar setelah pembelian.
Baca Juga: Duit di Bawah Rp90 Jutaan Bisa Dapat Suzuki Ignis Tahun Berapa?
Suzuki Fronx GX
Berbeda dari tipe GL, varian GX sudah menggunakan mesin K15C dengan teknologi mild hybrid SHVS yang membantu efisiensi bahan bakar. Sistem ini bekerja dengan memanfaatkan energi saat deselerasi untuk membantu akselerasi sehingga mesin tidak bekerja terlalu berat.
Konsumsi BBM pada tipe ini bisa mencapai 18–22 km per liter dalam penggunaan normal, bahkan bisa lebih hemat di jalan tol dengan kecepatan stabil.
Pajak tahunan berkisar Rp3,3–3,7 juta. Harga bekas berada di rentang Rp250–270 juta dengan kilometer 3.000–15.000 km.
Anda sebaiknya memeriksa kondisi baterai hybrid, sistem ISG, serta memastikan tidak ada indikator error di panel instrumen yang bisa menandakan masalah kelistrikan.
Suzuki Fronx SGX
Sebagai varian tertinggi, tipe SGX menawarkan fitur paling lengkap seperti 360 camera, head-up display, adaptive cruise control, dan berbagai fitur keselamatan modern. Mesin yang digunakan tetap 1.5L mild hybrid yang lebih fokus pada efisiensi dibanding performa agresif.
Efisiensi bahan bakarnya menjadi salah satu daya tarik utama, dengan konsumsi rata rata 18–21 km per liter dalam penggunaan kombinasi.
Pajak tahunan berkisar Rp3,6–3,8 juta. Harga bekas biasanya Rp270–290 juta dengan kilometer di bawah 10.000 km. Sebelum membeli, Anda perlu mengecek seluruh fitur elektronik seperti kamera, sensor parkir, dan infotainment karena biaya perbaikan bisa cukup mahal jika terjadi kerusakan.
Cara Memilih Mobil Fronx yang Paling Tepat
- Sesuaikan dengan kebutuhan harian: Jika Anda lebih sering berkendara di dalam kota, tipe GL sudah cukup karena lebih sederhana dan biaya perawatan lebih rendah. Namun jika ingin fitur lebih lengkap, GX atau SGX bisa jadi pilihan.
- Perhatikan riwayat servis dan kilometer: Pilih unit dengan riwayat servis jelas dan kilometer di bawah 20.000 km agar kondisinya masih optimal. Catatan servis resmi biasanya jadi nilai tambah saat membeli mobil bekas.
- Cek kondisi sistem hybrid (untuk GX dan SGX): Pastikan baterai hybrid dan sistem kelistrikannya masih normal. Anda bisa mengecek melalui indikator dashboard atau melakukan pengecekan di bengkel resmi.
- Bandingkan harga dengan kondisi unit: Jangan tergiur harga murah tanpa melihat kondisi. Selisih Rp10–15 juta bisa berarti perbedaan besar pada kondisi mesin, interior, dan riwayat kendaraan.
- Lakukan test drive sebelum membeli: Dengan test drive, Anda bisa merasakan langsung performa mesin, kenyamanan suspensi, dan respons transmisi. Ini penting untuk memastikan mobil sesuai ekspektasi Anda.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
-
Duit di Bawah Rp90 Jutaan Bisa Dapat Suzuki Ignis Tahun Berapa?
-
Terpopuler: Aturan Baru BBM Subsidi, 4 Mobil Bekas Tahun Muda di Bawah Rp100 Juta
-
Lupakan Mobil Baru, 7 Hatchback Bekas Rp100 Jutaan Ini Masih Keren dan 'Fun to Drive'!
-
Murah nan Awet: Harga Mobil Rush Bekas Dibawah 100 Juta Dapat Tahun Berapa Saja?
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Honda Terlalu Mengandalkan Brio, 2026 Merosot
-
Bedah Data: Intip Kontrasnya Karakter Peminat Toyota Avanza vs Mitsubishi Xpander
-
GAIKINDO Soroti Ketimpangan Stimulus Industri Otomotif dari Pemerintah
-
Insentif Mobil Listrik Belum Jelas Changan Indonesia Pilih Pasang Harga Normal
-
Laba Volkswagen Terjun: 100 Ribu Buruh Terancam PHK dan Ducati dan Lamborghini akan Dilepas?
-
Menikmati Kenyamanan dan Ruang Lega Vinfast FV MPV 7 di Jalanan Jakarta
-
Resmi Ngaspal di Jogja Mulai Rp29 Jutaan, Ini Ubahan Radikal Vario Evo 160 yang Bikin Terpesona
-
Ketergantungan Ford pada Teknologi AI Berujung Petaka dan Panggil Kembali Ratusan Insinyur
-
Bagian yang Wajib Diperiksa saat Service Mobil Sebelum Lakukan Road Trip
-
Nasib Aliansi Honda Nissan Mitsubishi Terganjal Pengaruh Renault di Tengah Bayangan Kerugian