- Chery dan JLR meluncurkan kembali brand FREELANDER di Wuhu, Tiongkok, pada April 2026 sebagai kendaraan SUV premium berteknologi modern.
- Model perdana FREELANDER 8 mengintegrasikan sistem i-ATS, chip Qualcomm Snapdragon 8295, serta standar keselamatan global untuk kenyamanan dan keamanan pengguna.
- Perusahaan menargetkan ekspansi global ke 90 negara dalam lima tahun melalui produksi masif di fasilitas cerdas Changshu, Tiongkok.
Suara.com - FREELANDER resmi kembali menghiasi jagat otomotif dunia melalui debut global di Wuhu Tiongkok. Brand yang lahir dari kemitraan strategis antara Chery dan Jaguar Land Rover (JLR) ini mengusung identitas British Premium Intelligent All-Terrain Brand.
Langkah tersebut menandai kembalinya nama ikonik yang sempat populer pada akhir era sembilan puluhan namun kini bertransformasi total dengan kecanggihan teknologi modern hasil kolaborasi dua raksasa otomotif.
Produk pertama yang diperkenalkan adalah FREELANDER 8 yang dirancang langsung oleh Phil Simmons, sosok di balik desain Range Rover Velar dan Land Rover Defender. SUV ini menggabungkan warisan kemewahan Inggris dengan efisiensi manufaktur global yang sangat kompetitif.
"FREELANDER memadukan warisan premium Inggris, kecerdasan teknologi, dan kemampuan all-terrain untuk menghadirkan pengalaman mobilitas premium bagi konsumen modern," ujar Lucia Mao, CEO of FREELANDER International, Selasa (5/5/2026).
Secara teknis FREELANDER 8 mengandalkan chip Qualcomm Snapdragon 8295 serta sistem Intelligent All-Terrain System atau i-ATS pertama di dunia. Fitur tersebut memungkinkan kendaraan menyesuaikan sembilan mode medan secara otomatis yang didukung suspensi udara dual-chamber untuk kenyamanan maksimal.
Dari sisi keamanan, kendaraan ini dirancang memenuhi standar keselamatan bintang lima global seperti ENCAP hingga ASEAN NCAP guna menjamin perlindungan bagi keluarga.
Strategi ekspansi brand ini sangat ambisius dengan target menjangkau lebih dari 90 negara dalam lima tahun ke depan. Seluruh proses produksi dipusatkan di fasilitas cerdas Changshu yang memiliki kapasitas tahunan hingga 200.000 unit.
Dengan dukungan penuh dari lembaga riset global, kemunculan kembali FREELANDER menjadi sinyal kuat bagi para kompetitor di segmen SUV premium. Kehadiran model ini diprediksi akan mengubah peta persaingan otomotif di kota-kota besar Indonesia di masa mendatang mengingat tingginya minat masyarakat terhadap SUV mewah yang tangguh dan cerdas.
Baca Juga: LEPAS Siap Ramaikan Pasar Mobil Listrik Indonesia Lewat Debut Global di Auto China 2026
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Yamaha Gear Ultima Buktikan Skutik Kompak Bisa Tangguh di Jalur Perkotaan Maupun Pedesaan
-
Kenaikan Harga BBM Diklaim Tak Berikan Dampak Terhadap Penjualan Mobil Premium
-
Yamaha R15 Paket Hemat Harga Tak Sampai 30 Juta, tapi Joknya Nyambung
-
Andalkan Autopilot, Mobil Listrik Xiaomi Pecah Rekor Sirkuit
-
Hyundai Ioniq 5 Setara BYD Apa? Kini Harganya Lebih Murah 150 Jutaan
-
Gebrakan BMW Indonesia Rilis Tiga Mobil Kencang untuk Pecinta Adrenalin
-
Ambisi Akio Toyoda Pertahankan Mesin Bensin Dinilai Bisa Jadi Ancaman Bagi Masa Depan Toyota
-
Muka Mirip Lamborghini, Berapa Jarak Tempuh Hyundai Ioniq V Terbaru?
-
Harga 8 Jutaan Setara DP Vario Evo 160, Intip 7 Motor Anti Cupu Cocok untuk Pelajar
-
Mobil Listrik Shell Bisa Isi Daya Cuma 10 Menit, Apa yang Beda Dibanding EV Biasa?