- Mobil listrik menggunakan baterai sepenuhnya, sedangkan hybrid memadukan motor listrik dengan mesin bensin konvensional.
- Mobil listrik hemat operasional tanpa emisi, hybrid lebih fleksibel untuk perjalanan jauh menggunakan bensin.
- Pilihan kendaraan bergantung kebutuhan, akses pengisian daya, anggaran, serta kebiasaan berkendara sehari-hari pengguna.
Suara.com - Mobil listrik (EV) dan mobil hybrid semakin populer sebagai solusi transportasi ramah lingkungan.
Meski sering dianggap mirip karena sama-sama menggunakan motor listrik, keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam cara kerja, efisiensi, dan pengalaman berkendara.
Berikut perbedaan yang harus diketahui antara mobil listrik dan mobil hybrid.
1. Sumber Tenaga Penggerak
Mobil listrik sepenuhnya mengandalkan baterai dan motor listrik. Tidak ada mesin bensin sama sekali.
Sementara itu, mobil hybrid menggabungkan dua sumber, yaitu mesin bensin konvensional dan motor listrik.
Hybrid bisa berjalan hanya dengan listrik pada kecepatan rendah, tapi mesin bensin akan aktif saat dibutuhkan, terutama untuk jarak jauh atau akselerasi tinggi.
2. Konsumsi Bahan Bakar dan Pengisian
Mobil listrik atau EV murni tidak butuh bensin sama sekali. Anda mengisi daya di rumah atau stasiun pengisian (SPKLU). Waktu pengisian biasanya memakan waktu 30 menit hingga beberapa jam tergantung charger.
Baca Juga: 5 Mobil Listrik Harga Termurah di Indonesia 2026, Mulai Rp156 Jutaan
Mobil hybrid masih mengonsumsi bensin, meski jauh lebih irit dibanding mobil konvensional. Anda tidak perlu khawatir kehabisan daya listrik karena mesin bensin berfungsi sebagai cadangan.
3. Biaya Operasional dan Perawatan
Mobil listrik cenderung lebih mahal di awal pembelian, tetapi biaya operasionalnya jauh lebih rendah karena listrik lebih murah daripada bensin dan perawatan lebih sederhana (tidak ada oli mesin, filter bensin, atau busi).
Hybrid berada di tengah-tengah, yaitu harga beli lebih terjangkau daripada EV murni, tapi tetap butuh perawatan mesin bensin secara berkala.
4. Emisi dan Dampak Lingkungan
Mobil listrik menghasilkan nol emisi gas buang (zero tailpipe emission). Semua tenaga berasal dari listrik yang bisa berasal dari sumber terbarukan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
IHSG Ditutup Naik ke Level 6.147 di Sesi I, Saham-saham Ini Jadi Penopangnya!
-
Tambang Emas Martabe Tak Jadi Diambil Danantara, Pendapatan UNTR Turun 15 Persen
-
Apa Perbedaan antara Mobil Listrik dan Mobil Hybrid? Kenali Kelebihan dan Kekurangannya
-
Sosok Setya Budi Dias, Pegawai KPK Ikut Jadi Tersangka Pemerasan Bupati Pemalang
-
Kereta Api Harus Layani Rakyat, Bukan Sekadar Kejar Untung
-
32 Tersangka Kasus Little Aresha Belum Semua Ditahan, Polisi Ungkap Alasannya
-
Deddy Sitorus Pernah Ngambek Gajinya Disamakan 'Rakyat Jelata', Kini Lecehkan Wartawan
-
Kekeringan Meluas, 12 Ribu Warga Karawang Hadapi Krisis Air Bersih
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Diduga Peras ASN Demi Urus Perkara di KPK
-
Film Animasi Venom Resmi Dikembangkan, Digarap Sutradara Final Destination: Bloodlines