Edukasi Keuangan TAF dan OJK Bantu Konsumen Ambil Keputusan Bijak di GIIAS 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:37 WIB
Toyota Land Cruiser GR. (Foto: TAM)
  • Penjualan mobil domestik periode semester pertama 2026 melonjak mencapai 436.564 unit kendaraan.
  • PT Toyota Astra Financial Services bersama OJK memberikan edukasi finansial di GIIAS 2026.
  • Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan indeks literasi keuangan nasional serta menghindari risiko utang konsumtif.

Suara.com - Industri otomotif nasional menunjukkan performa positif dengan kenaikan penjualan mobil domestik mencapai 436.564 unit pada semester pertama 2026. Angka ini meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mendorong PT Toyota Astra Financial Services (TAF) bersinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK untuk memberikan edukasi finansial di ajang GIIAS 2026.

Melalui talk show bertajuk literasi dan inklusi keuangan, TAF berupaya membekali masyarakat agar lebih cerdas dalam mengelola dana serta bebas cemas di masa depan. Langkah ini sejalan dengan dukungan TAF terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau GENCARKAN yang dicanangkan oleh OJK.

Direktur TAF Ezar Kumendong menekankan bahwa pemahaman terhadap produk jasa keuangan merupakan hal fundamental sebelum nasabah melakukan transaksi pembiayaan.

“Bagi TAF, literasi keuangan adalah fondasi dari pembiayaan yang sehat. Nasabah yang memahami produk dan kondisi finansialnya secara utuh akan mengambil keputusan yang lebih baik. Dan pada akhirnya, itu menciptakan kualitas portofolio yang lebih berkelanjutan bagi industri.” ujar Ezar, Jumat (8/8/2026).

Dalam sesi edukasi tersebut, perwakilan OJK menjelaskan beberapa fenomena perilaku keuangan yang perlu diwaspadai oleh generasi muda seperti FOMO, YOLO, hingga doom spending. Selain itu, masyarakat diingatkan untuk waspada terhadap modus kejahatan digital mulai dari pinjaman online ilegal hingga social engineering.

Perwakilan dari OJK Enriche Putera Hutama menekankan pentingnya verifikasi sebelum menggunakan layanan jasa keuangan apa pun. Pengunjung pameran otomotif diharapkan tidak hanya tertarik pada promo menarik, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis, sebelum berinvestasi atau menggunakan produk keuangan. Legal, artinya memastikan perusahaan atau produk keuangan memiliki izin dari otoritas yang berwenang. Logis, artinya tidak mudah percaya pada janji keuntungan yang terlalu besar atau tanpa risiko.” ungkap Enriche.

Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan indeks literasi keuangan nasional yang pada 2025 tercatat sebesar 66,46 persen. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat memanfaatkan layanan pembiayaan otomotif secara optimal tanpa terjebak risiko utang konsumtif atau penipuan digital.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com