Penjualan Global Toyota Terkoreksi pada Juli 2026 Akibat Permintaan di China Merosot Tajam

Selasa, 01 September 2026 | 15:10 WIB
Ilustrasi Logo Toyota (Toyota)
  • Toyota Motor Corp mencatat penurunan penjualan dan produksi global pada Juli 2026 akibat lesunya pasar China.
  • Penurunan penjualan Toyota dipicu konflik Timur Tengah, sedangkan pasar domestik Jepang dan Amerika Utara mencatat kenaikan.
  • Delapan produsen otomotif utama Jepang secara kolektif membukukan penurunan penjualan tipis sebesar satu persen pada Juli 2026.

Suara.com - Penjualan mobil serta produksi global Toyota Motor Corp mengalami penurunan pada Juli 2026 setelah sebelumnya sempat tumbuh positif selama dua bulan berturut-turut. Pelemahan performa ini sebagian besar dipicu oleh lesunya permintaan di pasar China seiring dengan kenaikan harga bensin sebagai dampak konflik di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan laporan terkini Toyota mencatatkan penjualan global sebanyak 856.125 unit yang berarti turun sekitar 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari sisi manufaktur angka produksi global juga menyusut 2,1 persen menjadi total 828.629 unit kendaraan.

Di pasar China penjualan anjlok cukup dalam hingga 24,3 persen. Kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh melemahnya pasar kendaraan konvensional serta unit hybrid di wilayah tersebut. Sebaliknya wilayah Amerika Utara masih mencatatkan kenaikan tipis 0,4 persen karena permintaan konsumen terhadap mobil hybrid yang tetap kuat.

Sementara itu performa di pasar domestik Jepang justru menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 11 persen. Peningkatan ini didorong oleh minat tinggi masyarakat terhadap sejumlah model baru seperti SUV RAV4 serta kendaraan listrik bZ4X dan Land Cruiser FJ.

Namun produksi Toyota di luar Jepang secara keseluruhan tetap turun 9,8 persen akibat berkurangnya jumlah hari operasional pabrik di Amerika Utara dan Eropa.Tidak hanya Toyota produsen lain seperti Nissan Motor Co juga mencatatkan penurunan penjualan global sebesar 16,5 persen.

Namun tren berbeda terlihat pada Honda Motor Co yang tumbuh 3,4 persen serta Suzuki Motor Corp yang melonjak hingga 25,7 persen berkat kebijakan pemangkasan pajak kendaraan di India.

Secara kolektif total penjualan delapan produsen otomotif utama asal Jepang mencapai 2,02 juta unit kendaraan pada Juli 2026. Angka tersebut menunjukkan penurunan tipis sebesar 1 persen jika dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya. Di sisi lain produksi gabungan dari delapan produsen ini justru naik tipis 0,5 persen.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com