6 Alasan Posisi Setir Mobil Wajib Lurus Saat Parkir, Ketahui Dampaknya!

Sabtu, 12 September 2026 | 18:04 WIB
Ilustrasi setir mobil. (Suzuki)
  • Meluruskan setir mobil saat parkir mencegah kerusakan pada komponen kemudi.
  • Kebiasaan membiarkan setir mobil miring dapat membuat permukaan ban aus.
  • Posisi setir mobil wajib disesuaikan saat parkir di arena tanjakan.

Suara.com - Setir mobil idealnya berada dalam posisi lurus sempurna saat kendaraan ditinggalkan di area parkir. Kebiasaan sederhana ini sering diabaikan pengemudi, padahal dampaknya sangat besar terhadap keawetan berbagai komponen vital kendaraan.

Membiarkan posisi roda membelok dalam jangka panjang dapat menciptakan tekanan tidak seimbang pada sistem kemudi dan suspensi. Oleh sebab itu, merapikan posisi roda sebelum mematikan mesin menjadi langkah krusial untuk menjaga performa mobil.

Meluruskan posisi setir saat memarkirkan mobil memberikan manfaat besar bagi komponen kendaraan.

Mengapa Setir Mobil Sebaiknya Diposisikan Lurus saat Parkir?

Posisi roda yang lurus membantu menjaga seluruh komponen kaki-kaki kendaraan berada dalam titik tumpu netral. Hal ini mencegah timbulnya beban berlebih pada satu sisi komponen secara terus-menerus.

Selain memperpanjang usia pakai suku cadang, kebiasaan ini memudahkan pengemudi saat hendak menjalankan kembali kendaraannya.

Dirangkum Suara.com dari situs resmi Suzuki Indonesia, berikut adalah beberapa alasan utama mengapa posisi roda depan wajib diluruskan saat parkir:

1. Mengurangi Beban pada Sistem Kemudi

Komponen sistem kemudi bekerja saling terhubung untuk mengarahkan laju roda depan secara presisi. Membiarkan setir membelok saat mati membuat suku cadang terus menahan beban mekanis secara tidak seimbang.

Kondisi ini jika berlangsung terus-menerus dapat mempercepat keausan komponen seperti tie rod, ball joint, hingga rack steer. Beban yang terbagi rata akan menjaga kinerja sistem kemudi tetap stabil dan responsif.

2. Membantu Menjaga Kondisi Ban

Tapak ban dirancang untuk menerima tumpuan beban kendaraan secara merata dalam posisi lurus sempurna. Saat roda membelok, sudut kontak ban dengan permukaan jalan menjadi tidak seimbang.

Tekanan yang tidak merata ini berpotensi menyebabkan keausan tapak ban secara tidak merata pada sisi tertentu. Pemeriksaan tekanan angin secara berkala juga disarankan untuk memaksimalkan masa pakai karet ban.

3. Mengurangi Beban pada Komponen Suspensi

Komponen kaki-kaki dan suspensi kendaraan turut menerima imbas negatif ketika roda dibiarkan membelok saat parkir. Tekanan konstan dapat mempercepat kerusakan pada bagian bushing arm serta rack end.

Mengondisikan roda dalam posisi lurus meminimalisasi potensi keausan dini pada seluruh sistem penyerap guncangan. Hasilnya, kenyamanan berkendara akan tetap terjaga dalam jangka waktu yang lebih lama.

4. Memudahkan saat Mulai Berkendara

Mobil yang diparkir dengan roda lurus siap dilajukan tanpa perlu melakukan koreksi arah setir secara mendadak. Pengemudi dapat langsung menggerakkan kendaraan secara aman begitu mesin dinyalakan.

Langkah ini sangat berguna ketika memarkir kendaraan di celah yang sempit atau area padat. Risiko menyenggol pembatas atau kendaraan lain di sekitarnya pun dapat ditekan secara signifikan.

5. Membantu Menjaga Kinerja Electric Power Steering (EPS)

Sebagian besar kendaraan modern saat ini sudah dilengkapi dengan teknologi kemudi elektrik atau EPS. Sistem ini menggunakan motor listrik untuk meringankan putaran kemudi pengemudi.

Posisi setir yang netral saat mesin dinyalakan membantu meringankan beban awal kerja motor listrik EPS. Kebiasaan ini menjaga modul dan komponen elektronik kemudi tetap awet serta berfungsi optimal.

6. Membantu Meningkatkan Keamanan saat Parkir

Meluruskan roda depan merupakan prosedur standar untuk memastikan keamanan posisi kendaraan di lahan datar. Mobil akan bergerak lurus ke depan atau belakang sesuai dengan arah yang diprediksi pengemudi.

Namun, terdapat aturan khusus mengenai posisi roda saat memarkir kendaraan di medan yang tidak rata. Penyesuaian arah roda diperlukan guna mencegah kendaraan meluncur secara tak terkendali.

Kapan Posisi Setir Tidak Perlu Lurus saat Parkir?

Meskipun posisi lurus sangat dianjurkan di lahan datar, kondisi jalan yang menanjak atau menurun menjadi pengecualian utama. Arah roda harus disesuaikan untuk memanfaatkan trotoar atau tepi jalan sebagai penghalang alami.

Saat parkir di jalan menurun, putar roda depan ke arah tepi jalan atau trotoar sebagai pengaman tambahan. Sementara itu, saat parkir di tanjakan, belokkan roda ke arah berlawanan dari trotoar agar kendaraan tertahan jika rem parkir melepaskan jepitannya.

Tips Menjaga Sistem Kemudi Tetap Optimal

Merawat sistem kemudi tidak hanya sebatas meluruskan posisi setir saat memarkirkan kendaraan. Beberapa tindakan preventif sehari-hari juga sangat menentukan keawetan komponen kaki-kaki mobil.

Berikut beberapa langkah perawatan sederhana yang dapat dilakukan oleh setiap pemilik kendaraan:

  • Hindari memutar setir hingga menekan batas maksimal terlalu lama saat berbelok.
  • Lakukan proses spooring dan balancing secara rutin di bengkel terpercaya.
  • Periksa tekanan udara ban secara berkala sesuai spesifikasi standar pabrikan.
  • Hindari menerjang lubang jalanan dengan kecepatan tinggi secara mendadak.
  • Periksa kondisi komponen kaki-kaki secara berkala saat melakukan servis rutin.
  • Gunakan ukuran profil ban yang sesuai dengan rekomendasi resmi pabrikan.

Meluruskan posisi setir saat memarkirkan kendaraan merupakan investasi kecil yang memberikan manfaat besar bagi komponen mobil. Langkah sederhana ini mampu menjaga keawetan sistem suspensi, ban, hingga fitur power steering dalam jangka panjang.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com