- TMMIN menyatakan kesiapan mendukung kebijakan pemerintah terkait proyek mobil nasional yang dipimpin PT Pindad.
- Pemerintah menargetkan pembangunan pabrik di Subang dimulai tahun 2027 dan produksi massal pada akhir 2028.
- Proyek kendaraan nasional ini didukung oleh ekosistem komponen dalam negeri untuk memperkuat industri otomotif domestik.
Suara.com - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menyambut baik wacana pemerintah yang tengah merancang kehadiran mobil nasional dalam beberapa tahun mendatang. Produsen otomotif tersebut menyatakan komitmen untuk menyelaraskan operasional dengan arah kebijakan industri dalam negeri.
Wakil Presiden Direktur TMMIN I Nyoman Winaya menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung regulasi manufaktur yang ditetapkan oleh pemangku kebijakan selama berada dalam lingkup kapabilitas perusahaan.
"Sebagai bagian dari industri otomotif nasional, Toyota akan mengikuti arah kebijakan pemerintah sesuai dengan kemampuan yang dimiliki perusahaan," ujar Nyoman di Karawang, baru-baru ini, Rabu (30/9/2026).
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian merencanakan proyek produksi massal kendaraan nasional tersebut dapat dimulai pada akhir tahun 2028. BUMN manufaktur pertahanan PT Pindad ditunjuk untuk memimpin tahapan produksi tersebut.
Guna mendukung target tersebut, pembangunan fasilitas pabrik direncanakan mulai berjalan pada 2027. Saat ini proses penyiapan lahan sedang berlangsung di wilayah Subang, Jawa Barat, berbarengan dengan pemetaan rantai pasok komponen lokal.
Langkah ini memperluas rekam jejak Pindad yang sebelumnya merakit kendaraan operasional Maung MV3. Proyek pendahulu tersebut telah melibatkan sekitar 60 mitra perusahaan domestik maupun mancanegara, serta menggerakkan ribuan tenaga kerja teknis di sektor manufaktur.
Pemerintah optimistis keberadaan ekosistem komponen dalam negeri dapat menopang kebutuhan produksi mobil nasional secara berkelanjutan saat pabrik di Subang resmi beroperasi kelak.