Menakar Teknologi Manufaktur YIMM di Tengah Ekspor 3 Juta Unit Motor Yamaha

Rabu, 30 September 2026 | 19:20 WIB
Proses poduksi motor Yamaha di pabrik Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. (Foto: YIMM)
BACA 10 DETIK
  • PT Yamaha Indonesia Motor Mfg di Pulo Gadung dan Karawang telah mengekspor lebih dari 3 juta unit sepeda motor ke 40 negara.
  • Keberhasilan ekspor tersebut diumumkan oleh Manager Public Relations YIMM, Rifki Maulana, pada Rabu, 30 September 2026.
  • Pencapaian kualitas global didukung tenaga kerja terampil lokal serta penerapan teknologi digital yang meraih penghargaan pada tahun 2026.

Suara.com - PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. (YIMM) selama lebih dari setengah abad di tanah air tidak sekadar mengisi pasar roda dua domestik. Fasilitas produksi di Pulo Gadung dan Karawang kini memegang peran strategis sebagai basis manufaktur global yang telah mengapalkan lebih dari 3 juta unit sepeda motor ke 40 negara.

Pencapaian skala ekspor ini menjadi ujian nyata bagi konsistensi transfer teknologi dan keahlian tenaga kerja lokal dalam memenuhi standar mutu internasional.

Melalui pendekatan filosofi manufaktur Jepang, YIMM mengombinasikan ketrampilan sumber daya manusia dengan otomatisasi produksi di lini perakitan.

“Selama lebih dari 50 tahun di Indonesia, YIMM telah bertransformasi menjadi pabrik berskala global yang menghasilkan sepeda motor dengan standar kualitas internasional. Semangat monozukuri, atau seni menciptakan produk melalui proses manufaktur, didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan proses produksi yang terus berinovasi untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi. Hasilnya, sepeda motor Yamaha karya anak bangsa telah diekspor sebanyak lebih dari 3 juta unit ke lebih dari 40 negara di dunia, termasuk model dengan teknologi dan proses produksi yang kompleks seperti motor MT-07,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Rabu (30/9/2026).

Tingkat kerumitan perakitan tidak hanya berfokus pada model matik populer seperti NMAX dan XMAX, tetapi juga mencakup lini Big Bike seperti MT-07. Fondasi kualitas tersebut ditempa sejak tahap awal di Yamaha Skill Up Center sebelum pekerja diterjunkan ke area Engine dan Body Assembly.

Proses poduksi motor Yamaha di pabrik Yamaha Indonesia Motor Manufacturing. (Foto: YIMM)

Penerapan teknologi digital di pabrik Yamaha turut mengantarkan perusahaan meraih penghargaan INDI 4.0 dari Kementerian Perindustrian pada 2026. Di sisi lain, efisiensi energi industri diganjar Subroto Award 2026 dari Kementerian ESDM serta predikat PROPER Hijau.

Keberhasilan YIMM menembus pasar global membuktikan bahwa kapabilitas manufaktur otomotif nasional mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus menjadi penyumbang devisa yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com