- PT Astra International Tbk meresmikan diler baru Kharisma Sentosa Daihatsu di Kabupaten Jember pada tahun 2026.
- Diler berfasilitas 3S di Kaliwates ini memperluas jaringan nasional Daihatsu menjadi 251 outlet dan 178 bengkel.
- Pasar Jember menyerap 3.440 unit kendaraan, di mana Daihatsu berkontribusi menyumbangkan 506 unit penjualan.
Suara.com - PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation meresmikan jaringan diler baru Kharisma Sentosa Daihatsu di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Langkah ekspansi ini diambil guna mengamankan pangsa pasar di wilayah Jawa Timur yang kian kompetitif.
Diler berfasilitas 3S (Sales, Service, Spare Parts) ini berdiri di atas lahan seluas 467 meter persegi di kawasan Kaliwates. Kehadirannya menggenapkan jaringan Daihatsu menjadi 251 outlet dan 178 bengkel secara nasional.
“Kami berharap dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memenuhi berbagai kebutuhan kendaraan, mulai dari pembelian hingga perawatan, khususnya bagi Masyarakat Jember dan sekitarnya,” ujar Jefri Gunawan, Direktur Utama Kharisma Sentosa, Selasa (6/10/2026).
Secara statistik, pasar otomotif di Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan 12,3 persen pada periode Januari–Juli 2026 dengan total penjualan 43.327 unit. Daihatsu sendiri melego 6.006 unit di Jawa Timur dan mengamankan posisi kedua. Sementara di tingkat kabupaten, pasar Jember menyerap 3.440 unit, di mana Daihatsu berkontribusi 506 unit atau tumbuh 14,5 persen secara tahunan.
“Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk Sahabat Daihatsu di Kabupaten Jember, maupun di wilayah lainnya. Adapun kehadiran outlet ini turut memperluas jaringan layanan Daihatsu menjadi 251 outlet dan 178 bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia. Harapan kami, Daihatsu dapat menjadi sahabat perjalanan bagi seluruh pelanggan setia Daihatsu,” ujar Tri Mulyono, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation.
Kendati penjualan terus merangkak naik, pemanfaatan lahan diler seluas 467 meter persegi ini memicu catatan kritis terkait kapasitas bengkel. Dengan potensi pertumbuhan populasi mobil yang makin padat di Jember, ukuran fasilitas purna jual yang terbatas dikhawatirkan memicu antrean panjang serta membebani efisiensi perawatan berkala pemilik kendaraan.